bontangpost.id – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, peminta sumbangan yang mendatangi rumah warga kembali marak.
Hal itu pun dialami warga Kelurahan Gunung Telihan, Taty.
Ia mengungkapkan, ada seorang perempuan yang datang meminta sumbangan dengan mengatasnamakan suatu masjid tertentu, Minggu (17/3/2024) lalu.
“Enggak dijawab waktu ditanya untuk pembangunan masjid mana. Langsung pergi,” ungkapnya.
Selain itu, warga lain pun mengalami hal serupa. Namun modusnya berbeda.
Seorang perempuan datang mengetuk pintu rumah. Kemudian meminta ongkos pulang sebesar Rp20.000.
“Ngakunya kehabisan uang, sedangkan rumahnya ada di luar Bontang,” ujar Nur, salah seorang warga.
Ia sempat menolak untuk memberikan uang. Perempuan tersebut tetap meminta, namun dengan jumlah yang berbeda.
“Akhirnya dia minta uang Rp10.000. Tetap enggak saya kasih dan dia pergi,” sebutnya.
Menanggapi itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang Ahmad Yani menuturkan, para peminta sumbangan itu saat ini menyasar hingga ke jalan-jalan kecil.
“Padahal kami selalu melakukan patroli rutin,” tuturnya.
Adapun sebaiknya, masyarakat tidak memberikan sumbangan kepada mereka.
“Belum tentu sumbangan itu murni untuk pembangunan,” ujar dia.
Dia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan bila mendapati hal tersebut.
Terutama untuk mencegah segala kemungkinan yang berpotensi pada ancaman kejahatan lain.
“Dikhawatirkan ada sindikat atau komplotan pencuri,” pungkasnya. (*)



