BONTANGPOST.ID, Bontang – Maraknya kasus pencurian yang menyasar sekolah swasta di Kota Bontang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mempertimbangkan bantuan pengadaan kamera pengawas (CCTV) pada 2027.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan rencana tersebut akan diupayakan melalui alokasi anggaran pendidikan. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah yang saat ini masih menghadapi tekanan fiskal.
“Kami akan usahakan. Tapi tetap melihat kemampuan keuangan daerah karena saat ini kondisinya masih berada di tengah tekanan fiskal,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan menyusul dua kasus pencurian yang terjadi di sekolah swasta dalam beberapa waktu terakhir.
Di SMK Maritim Indonesia, Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Tanjung Laut Indah, pelaku membawa kabur mesin las yang digunakan sebagai alat praktik siswa. Sementara di TK Yayasan Pendidikan Pembinaan Islam (YPPI) Bontang, enam unit kipas angin dan satu speaker dilaporkan hilang.
Dari dua peristiwa tersebut, sistem keamanan sekolah turut menjadi perhatian. Di SMK Maritim Indonesia, perangkat CCTV sebenarnya telah tersedia, namun belum sempat dipasang. Sedangkan di TK YPPI, kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi penyimpanan barang diketahui dalam kondisi rusak saat kejadian.
Neni menjelaskan, Pemkot Bontang sebelumnya telah membantu pengadaan CCTV di seluruh SD dan SMP negeri sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan lingkungan sekolah. Adapun sekolah yang berada di wilayah pesisir menjadi pengecualian.
Meski demikian, menurutnya keberadaan CCTV bukan satu-satunya solusi untuk mencegah tindak kriminal. Sekolah juga perlu memperkuat sistem pengamanan internal, termasuk memastikan adanya petugas keamanan yang berjaga di luar jam kegiatan belajar mengajar.
“Ini untuk meningkatkan keamanan sekolah sekaligus sebagai bentuk mitigasi. Jadi masing-masing sekolah juga harus saling menjaga dan memperkuat sistem pengamanannya,” pungkasnya. (*)







