bontangpost.id – Pemerintah Kota Bontang terus melakukan upaya untuk mencari formula guna menekan laju inflasi akibat dampak yang ditimbulkan dari penyesuaian harga BBM.
Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, saat ini pemkot tengah mempersiapkan berbagai skenario untuk membantu masyarakat, melalui optimalisasi peran OPD.
Meski tidak menyebut langkah apa yang diambil, namun kata Basri, langkah yang akan dilakukan tidak jauh beda dengan instruksi dari pemerintah pusat.
“Skemanya sedang dipersiapkan dan dilakukan pendataan,” ungkapnya, Selasa (6/9/2022).
Kata Basri, pendataan dilakukan guna mendapatkan data valid terkait penerima bantuan sosial untuk masyarakat miskin. Sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran.
“Tugas daerah itu menyiapkan data kemudian melakukan verifikasi data penerima,” sambungnya.
Diketahui, bantuan sosial tersebut digelontorkan oleh pemerintah pusat sebesar sebesar Rp 600 ribu. Hal itu dilakukan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat, imbas kenaikan harga BBM subsidi yang diumumkan pada 3 September kemarin.
Berdasarkan data verifikasi oleh tim Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sekira 49.914 jiwa yang tersebar di 15 kelurahan akan kembali di tinjau ulang. Dari data tersebut sebanyak 38.830 di antaranya tergolong penerima PKH, BPNT, dan PBI.
“Setelah adanya verifikasi akan kami laporkan ke pusat. Jadi, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak,” tandasnya. (Adv Pemkot)








