• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Masjid Dibakar, Toko Dijarah, Bentrok Delhi Renggut 23 Nyawa

by M Zulfikar Akbar
27 Februari 2020, 17:30
in Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Rusuh India

Bentrokan antara pendukung dan anti-amandemen UU Kewarganegaraan (CAA) berubah menjadi kerusuhan kelompok Hindu dan muslim. (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

NEW DELHI– India mengulang sejarah kelam. Kerusuhan sektarian kembali terjadi di negara yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi itu. Bentrokan antara pendukung dan anti-amandemen UU Kewarganegaraan (CAA) berubah menjadi kerusuhan kelompok Hindu dan muslim. Hingga Rabu (26/2/2020) sebanyak 23 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 150 lainnya luka-luka. Jumlah korban bisa terus bertambah karena situasi belum terkendali.

”Orang-orang saling bunuh. Peluru terus ditembakkan di kota ini,” ujar seorang penjahit di Jaffrabad kepada Agence France-Presse.

Kerusuhan berpusat di area yang dihuni mayoritas umat Islam. Misalnya, Maujpur, Mustafabad, Jaffrabad, dan Shiv Vihar. Jalan di kota-kota tersebut kini dipenuhi dengan batu, pecahan kaca, dan kendaraan yang terbakar. Massa menghancurkan dan menjarah toko-toko dan rumah milik warga muslim. Penduduk Mustafabad akhirnya berbondong-bondong meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Sehari sebelumnya, Selasa sore (25/2/2020), massa membakar Masjid Badi di Ashok Nagar. Media lokal mengungkapkan bahwa massa meneriakkan Jai Shri Ram (salam Dewa Rama) dan Hinduon ka Hindustan (Hindustan Hindu) berulang-ulang. Satu di antara mereka akhirnya memanjat menara masjid dan memasang bendera bergambar Hanoman. Bendera itu kerap dipakai kelompok Hindu ekstrem kiri.

Baca Juga:  Rusuh di Mako Brimob: 5 Polisi dan 1 Teroris Tewas

Tak cukup sampai di situ. Alquran di masjid juga dibakar. Pun demikian dengan alas di masjid tersebut. Dalam video amatir yang beredar di dunia maya, tampak warga memungut lembaran sisa Alquran yang dibakar.

Ashok Nagar sejatinya adalah wilayah yang damai. Area itu dihuni mayoritas warga Hindu. Meski begitu, penduduk lokal mengaku tak ikut campur sama sekali dengan kerusuhan yang terjadi di sana. Mereka takut akan ada serangan balasan. Penduduk meyakini bahwa yang menyerang dan membakar masjid adalah orang luar.

Bukan hanya rakyat biasa yang terdampak, tapi juga jurnalis di area tersebut. Massa kerap bertanya agama yang mereka anut. Dilansir BBC, salah seorang fotografer diminta untuk melepaskan celana untuk menunjukkan identitasnya. Pria muslim bisa dilihat bedanya karena mereka disunat. Insiden seperti itu juga terjadi dalam kerusuhan antaragama yang terjadi sebelumnya.

Modi meminta dua kubu menahan diri dan berdamai. Sayang, seruan itu tidak mempan. Kerusuhan tetap terjadi. Para saksi mata mengungkapkan bahwa kehadiran polisi hampir nihil. Jumlah mereka sangat sedikit dan tidak sebanding dengan massa yang bentrok. ”Sejak kemarin (Selasa, 25/2, Red) kami menelepon polisi untuk menetapkan jam malam dan mengirim pasukan, tapi tidak ada yang datang. Hanya ada tiga polisi,” ujar Saurabh Sharma.

Baca Juga:  Catalunya Makin Membara, El Clasico Kena Imbas

Sementara itu, polisi senior Alok Kumar mengungkapkan bahwa massa menyerang polisi setiap kali mereka muncul. Jika polisi tidak ada, dua kubu ganti saling serang. Juru Bicara Kepolisian Delhi Mandeep Randhawa meminta penduduk tidak main hakim sendiri. Rencananya Menteri Dalam Negeri Amit Shah bertemu dengan para pejabat senior Delhi untuk membahas kerusuhan tersebut. Dia berjanji menambah personel kepolisian jika dibutuhkan.

Pemimpin oposisi Sonia Gandhi menyerukan agar Amit Shah mengundurkan diri. Dia ikut bertanggung jawab karena tidak mampu menjaga keamanan. Di sisi lain, kepala menteri Delhi (setara gubernur) menyebut situasi saat ini sudah mengkhawatirkan dan berharap militer turun tangan. (sha/c10/tom)

Jejak Kerusuhan di India

11 Desember 2019: Amandemen Undang-Undang Kewarganegaraan (CAA) disetujui parlemen. Salah satu isinya adalah membuka jalan bagi imigran ilegal penganut Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, Kristen, dan agama minoritas lain yang melarikan diri dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan sebelum Desember 2014 untuk menjadi warga negara India. Itu tidak berlaku untuk umat muslim. Demo dan bentrokan terjadi di mana-mana.

Baca Juga:  127 Orang Meninggal Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

22 Februari 2020: Sebanyak 500–1.000 perempuan melakukan aksi duduk damai di jalan yang menghubungkan Seelampur–Jaffrabad, Timur Laut Delhi. Polisi dan paramiliter dikerahkan untuk mengamankan situasi.

23 Februari 2020: Pemimpin Bharatiya Janata Party (BJP) Delhi Kapil Mishra berkampanye menentang demo anti-CAA. Secara terbuka, dia mengancam polisi untuk mengusir demonstran dari area Jaffrabad dan Chand Bagh dalam tiga hari. Jika tidak, dia akan menangani dengan tangannya sendiri. Dalam hitungan jam, terjadi bentrokan antara pendukung Mishra dan penduduk yang menolak CAA.

24 Februari 2020: Bentrokan terjadi di Jaffrabad dan Maujpur. Satu orang tewas.

25 Februari 2020: Kerusuhan kian luas. Masjid Ashok Nagar dibakar. Kini bentrokan bukan antara pendukung dan anti-CAA lagi, tapi antara Hindu dan muslim. Tujuh orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka.

26 Februari 2020: Situasi belum terkendali. Korban tewas menjadi 23 orang. Lebih dari 150 lainnya terluka.

Sumber: AFP, Al Jazeera, BBC

Print Friendly, PDF & Email
Source: Prokal
Tags: indiakerusuhan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pre-Event Perdana TedxUnmul Digelar, Catat Tanggal dan Waktunya!

Next Post

Pemilihan DPRD Boleh Gabung Pilkada

Related Posts

127 Orang Meninggal Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Nasional

127 Orang Meninggal Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

2 Oktober 2022, 09:22
Efek Lockdown di India, Himalaya terlihat Setelah 30 Tahun
Internasional

Efek Lockdown di India, Himalaya terlihat Setelah 30 Tahun

9 April 2020, 11:00
Catalunya Makin Membara, El Clasico Kena Imbas
Internasional

Catalunya Makin Membara, El Clasico Kena Imbas

21 Oktober 2019, 12:00
Kerusuhan Wamena, 22 Warga Sipil Tewas, 1 Keluarga Terbakar
Nasional

Kerusuhan Wamena, 22 Warga Sipil Tewas, 1 Keluarga Terbakar

24 September 2019, 13:00
Buntut Kerusuhan Manokwari, Lapas Sorong Dibakar, 258 Napi Kabur
Nasional

Buntut Kerusuhan Manokwari, Lapas Sorong Dibakar, 258 Napi Kabur

20 Agustus 2019, 12:00
Ekspor Batu Bara, India Berpotensi Jadi Pasar Terbesar
Kaltim

Ekspor Batu Bara, India Berpotensi Jadi Pasar Terbesar

18 Maret 2019, 19:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.