• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam Lifestyle

Mengenal Sejarah Kaltim dari Prasasti Peninggalan, Antusias Tinggi dan Berharap Kegiatan Dirutinkan

by BontangPost
19 Mei 2024, 15:24
in Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ukiran batu itu tua. Pun dengan bahasa yang tertulis, membuat semakin penasaran. Jika dilihat dari kejauhan, batu yang dipamerkan di Gedung Bahimung, Taman Budaya, seperti sekadar goresan. Tapi tidak setelah lebih dekat.

UKIRAN memberi sejumlah pesan bermakna. Masing-masing peninggalan Hindu-Buddha yang dipamerkan sudah ada keterangannya.

“Jadi bisa dilihat untuk menambah pengetahuan yang membacanya,” kata Eri selaku perwakilan UPTD Museum Negeri Mulawarman Kaltim.

Penting menurutnya belajar sejarah. Ada lima prasasti peninggalan tersebut dipamerkan. Rincianya tiga Arca-patung dewa-dewi sebagai media keagamaan pada masa lampau. Kemudian dua prasasti yupa.

“Nah semua replika; menyerupai wujud aslinyanya. Terkecuali satu arca yang terlihat tidak lengkap atau terpotong kepalanya, itu asli kami pamerkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ladies, Ini Lho Waktu Terbaik Berhubungan Intim dengan Suami

Pada dasarnya Kaltim memiliki nilai sejarah yang begitu penting. Prasasti itu sudah ada sejak abad keempat masehi. Prasasti yupa ditemukan di daerah Muara Kaman. Sementara untuk arca, ditemukan di Gunung Kombeng, Kutai Timur.

“Sebagian ahli mengatakan bahwa di sana tempat pusat pemerintahan kerajaraan Martapura,” sambung Eri.

Animo masyarakat yang berkunjung di pameran tinggi. Baru satu hari dibuka, sudah 200 lebih orang yang datang. Menjadi kesempatan emas untuk menanyakan reaksi mereka setelah melihat dan membaca peninggalan-peninggalan tersebut.

“Karena sekarang peninggalan khususnya Hindu dan Buddha seolah-olah terlupakan. Padahal itu sejarah penting untuk dipahami khususnya bagi warga Kaltim. Oleh karena itu, kami ingin menjelaskan bahwa Kaltim punya peran penting yang tertulis di prasasti tersebut. Singkatnya, kerajaan Hindu-Buddha tertua itu ada di Kaltim,” terangnya.

Baca Juga:  Lima Minuman Ini Ampuh Usir Perut Buncit Jika Diminum Pagi Hari

Nur Maulidya Rizki, salah satu pengunjung menuturkan, pertama kali dia membaca secara cermat tentang arti dari prasasti yupa. Sebab, sebelumnya dia hanya membaca melalui artikel yang beredar di dunia digital.

“Sebenarnya lebih enak mengetahui sekaligus belajar secara langsung, karena lebih mudah memahami,” ungkapnya.

Misalnya, di batu yang tertulis pada replika Muarakaman I, terpahat sebanyak 12 baris. Bunyinya Siramatah srinarendrasya kundunggasaya mahatmanah putro svavarmmo vikhyatah vansakartta yathangusman tasya putra mahatmanah trayas traya ivagnayah tesan trayanam pravarah tapo bala damanvitah tasya yajnasya yupo yam dvijendaris samprakalpitah, yang memiliki arti, “Prasasti Muarakaman I bercerita mengenai istilah Raja Muarakaman. Disebutkan bahwa Sri Maharaja Kundungga berputra Asmawarman, yang memiliki tiga orang anak. Yang terkemuka di antara ketiganya adalah Mulawarman, raja yang berperadapan baik, kuat dan berkuasa. Disebutkan pula bahwa Mulawarman telah mengadakan upacara selamatan yang dinamakan Bahusuwarnnakam (emas amat banyak), tugu batu (yupa) didirikan para Brahmana,” ujar Nur membacakan penjelasan sedikit mengenai arti prasasti tersebut.

Baca Juga:  Mencegah Proses Penuaan Dini, Ini 3 Manfaat Es Batu untuk Kulit Wajah

Dia berharap, agenda seperti serupa sering diadakan, bahkan di tingkat paling bawah. “Agar, pemahaman sejarah khususnya di Kaltim bisa terus ada yang melestarikan dan menyebarkan bahwa Kaltim punya sejarah penting,” kuncinya. (eko/dra)

Tags: lifestyle
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lampu Hijau bagi Ormas di Kaltim Kelola Tambang Batu Bara, Ini Kata Muhammadiyah

Next Post

PT KPI Bersama Diskes Gelar KolaKPIsang Run 2024 untuk Pelajar se-Bontang

Related Posts

Perhatikan Tips Ini Sebelum Memilih Layanan Home Service untuk Pasang Cover Jok
Lifestyle

Perhatikan Tips Ini Sebelum Memilih Layanan Home Service untuk Pasang Cover Jok

20 Juli 2024, 11:36
5 Tips Menghadapi Seseorang yang Lama Tak Jumpa, Tiba-Tiba Pinjam Uang
Lifestyle

5 Tips Menghadapi Seseorang yang Lama Tak Jumpa, Tiba-Tiba Pinjam Uang

5 Juli 2024, 13:09
Tak Sekadar Membuang Waktu, Mancing Banyak Manfaatnya
Lifestyle

Tak Sekadar Membuang Waktu, Mancing Banyak Manfaatnya

23 Juni 2024, 15:07
Lima Minuman Ini Ampuh Usir Perut Buncit Jika Diminum Pagi Hari
Lifestyle

Lima Minuman Ini Ampuh Usir Perut Buncit Jika Diminum Pagi Hari

2 November 2023, 11:30
Dokter Sarankan Awali Berbuka Puasa dengan Minum Air Putih
Kesehatan

Dokter Sarankan Awali Berbuka Puasa dengan Minum Air Putih

9 April 2022, 18:00
Wisata Edukasi Madu Kelulut ala Naomi
Lifestyle

Wisata Edukasi Madu Kelulut ala Naomi

21 September 2021, 11:58

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.