• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Menilik Warisan Budaya Kain Tenun Toraja di Bontang

by Jelita Nur Khasanah
3 Februari 2025, 13:20
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Sappe (tengah baju warna merah muda) di antara beragam karya indah kain tenun Toraja yang dibuatnya (Nasrullah/bontangpost.id)

Sappe (tengah baju warna merah muda) di antara beragam karya indah kain tenun Toraja yang dibuatnya (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Mewarisi keahlian turun-temurun menjadi tonggak pelestarian budaya. Tak terkecuali Sappe (48). Perempuan asal Toraja ini sudah menekuni keahliannya dalam menenun selama 30 tahun.

Pasca menjejakkan kaki di Bontang setahun lalu, tangannya masih lihai menenun kain. Setahun itu pula, ia berkarya dengan membuat kain tenun seperti yang dilakukan di kampung dulu.

Dibawanya tiga set alat tenun, menyeberangi lautan dari tanah Sulawesi. Alat tenun ini dari orangtuanya. Diwariskan kepadanya. Kondisinya masih kokoh. Terbuat dari kayu yang tampak mengkilap. Baru-baru ini, ia memesan alat tenun lainnya. Ukurannya lebih besar, sebab ditujukan untuk menenun kain yang lebih besar pula.

“Kami pesan di tukang kayu, dengan mencontoh bentuk alat yang saya bawa dari kampung,” katanya, sembari menunjukkan alat yang baru dipesannya itu.

Perlahan, keahliannya menumbuhkan potensi pundi-pundi. Kain hasil karya jemarinya mulai dikenal teman-teman terdekat. Permintaan membuat kain tenun Toraja berdatangan.

Dalam prosesnya, benang yang akan digunakan disiapkan. Kemudian diurai dan disusun untuk ditenun menjadi kain. Proses penenunan ini dapat dilakukan mulai dua pekan hingga dua bulan.

Tingkat kesulitan kain tenun yang dikerjakan pun berbeda-beda. Tergantung ukuran, hingga detail pola pada kain. Pada umumnya, kain diberi pola garis lurus. Namun terdapat pula kain yang dibuatnya dengan menuliskan nama serta pola yang lebih rumit. Salah satunya bentuk Gayang.

Senjata khas suku Toraja ini biasanya dikenakan sebagai aksesoris pada pakaian adat laki-laki. Bentuk ini ditambahkan dalam kain tenun untuk menambah pola khas yang spesifik.

Ditemui di kediaman sekaligus rumah produksinya di Jalan Surabaya, Kelurahan Gunung Telihan, ia menjelaskan kain tenun biasanya digunakan untuk acara adat suku Toraja. Dipakai sebagai rok ataupun dijahit menjadi baju.

Kain tenun Toraja biasanya juga digunakan dalam upacara kematian, untuk dibalutkan ke jenazah.

Selain itu, kain tenun juga dibuat menjadi sarung. Namun ukurannya lebih besar dari sarung yang biasa digunakan umat muslim untuk beribadah. Panjangnya bisa sampai dua meter.

“Kalau mengukur, tujuh bentangan tangan untuk dua lembar sarung. Dulu pengukurannya masih tradisional. Sekarang baru menggunakan meteran,” jelas dia.

Warga Bontang Sappe penenun kain Toraja yang masih eksis hingga saat ini (ist)

Sappe mengatakan, sejatinya tidak semua keturunan suku Toraja dapat menenun. Ia menjadi satu-satunya yang membuat kerajinan kain tenun Toraja di Bontang. Dibutuhkan ketelatenan dalam membuatnya.

Tidak heran, harga kain tenun dapat dibanderol ratusan ribu per meternya. Mengingat prosesnya yang terbilang lama dan butuh ketelitian serta kesabaran ekstra. Belum lagi penggunaan alat tenun yang mengharuskan penenun duduk tegak, dengan tetap mengoordinasikan bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki.

Diakuinya, Pemkot Bontang pernah mengunjunginya. Kala itu, kain tenun Toraja ini direncanakan bakal dipadukan dengan ornamen khas Bontang. Namun, ia belum memperoleh informasi lanjutan.

“Saya pun sebenarnya enggak masalah kalau ada yang mau belajar atau untuk pelatihan. Ini bagian dari budaya yang harus dilestarikan,” tandasnya. (*)

Tags: kain tenun Toraja
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Larang Toko Modern Dibuka Dekat Pasar Tradisional di Bontang, Asosiasi Pedagang Sebut Perizinan Juga Belum Rampung

Next Post

ASN Batal Pindah ke IKN, Rumah Mewah Para Menteri yang Tak Berpenghuni Terlantar

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.