TIDAK sebatas pameran dan fashion show. Femme 2017 juga menjadi kampanye budaya. Sesuai juga dengan temanya; generation of culture.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Rusmayani Madjid, berharap, ajang ini kian menunjukkan semangat kearifan lokal.
“Kegiatan ini sangat positif. Saya punya harapan kalau beberapa tahun mendatang Kota Makassar bisa disebut sebagai kota fashion,” ucapnya saat soft launching Femme 2017 dan Celebes Beauty Fashion Week 2017, di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Senin, 13 Februari.
“Sulsel kan punya sutra, ada juga baju-baju adat khas Bugis-Makassar. Desainer lokal tentunya juga akan unjuk kebolehan. Untuk menciptakan kreasi terbaik yang tetap mengandung unsur kearifan lokal,” nilainya.
Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulsel, Ida Noer Haris, menyebut bahwa budaya memang mesti dikemas dalam bentuk kreativitas.
“Saya berharap kegiatan ini tidak sekedar berkontribusi secara ekonomi, tetapi memiliki efek lain. Para desainer lokal melihat tren. Para penenun belajar teknik terbaru,” kata Ida.
Pada Femme 2017, APPMI Sulsel akan mengikutsertakan 60 produk baju kreasi khas daerah ini. Hal ini diharapkan mampu menggeletik pemerintah agar mendorong pelaku-pelaku usaha di sektor ini. (mg22/zul)



