• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Misteri Legiman, Pengemis dengan Tabungan Rp 900 Juta

by M Zulfikar Akbar
15 Januari 2019, 14:30
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh sejawat sesama pengemis, Legiman dikenal rajin dan daerah operasinya banyak. Namun, klaim punya rumah dan tanah di kampung asal dibantah sang kepala desa.

————–

PUJIANTO mengamati foto itu untuk beberapa saat. Tak lama kemudian kepalanya menggeleng.

”Ndak kenal saya. Sepertinya bukan orang sini dia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus yang menemuinya di sebuah warung kopi di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah, kemarin (14/1).

Yang dilihat Pujianto adalah foto Legiman alias Lek Man Ceker. Dan, Ngawen adalah desa yang disebut pengemis yang terjaring razia satpol PP di Kota Pati Sabtu malam lalu (12/1) itu sebagai tempat asalnya.

Yang menghebohkan, Lek Man Ceker mengantongi buku tabungan dan kartu ATM dengan nilai mencengangkan. Saldo di rekeningnya Rp 900 juta. Kalau ditambah dengan rumah senilai Rp 250 juta dan tanah seharga Rp 275 juta yang dia klaim berada di Desa Ngawen, total uang dan asetnya mencapai Rp 1,425 miliar.

Baca Juga:  Beri Uang ke Pengemis dan Pengamen Jalanan di Bontang Didenda Rp 500 Ribu

Kemarin Jawa Pos Radar Kudus berusaha menelusuri pengakuan Man Ceker itu. Menurut Pujianto, desa tempat tinggalnya tersebut tak terlalu besar. Dan, seperti umumnya warga desa, semua orang saling mengenal. Minimal tahu meski tidak akrab.

”Wajahnya sih mirip orang yang saya kenal, namun tidak cacat. Ini orangnya cacat, tangannya tidak sempurna,” terangnya.

Bagus, warga lain, juga mengaku tak kenal dan tak pernah melihat pengemis yang dimaksud. Untuk lebih memastikan lagi, Jawa Pos Radar Kudus menemui Kepala Desa Ngawen Sunarto.

Jawabannya serupa. ”Itu bukan warga saya,” katanya saat foto tersebut diperlihatkan.

Legiman terjaring razia bersama tiga pengemis lain. Semua mengaku rata-rata bisa membawa pulang uang Rp 100 ribu dalam sekali operasi.

Imam Rifai, sekretaris yang mewakili Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santoso, mengungkapkan, empat pengemis tersebut dijaring dari daerah Lawet dan Puri. ”Kami juga temukan, ada yang sudah mengantongi uang receh Rp 685 ribu. Itu katanya sepi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga:  Warga Bontang Bisa Kena Sanksi Jika Biarkan Keluarga Mengemis 

Para pengemis yang diamankan itu kemudian dijemput keluarga masing-masing. Dengan jaminan surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Data yang tercatat di satpol PP pun sebatas nama Legiman dan alamat di Desa Ngawen tersebut. Saat diinterogasi, Legiman mengaku tak membawa kartu identitas.

Karena itu, selain mencari ke desa yang disebut sebagai kampung asal, Jawa Pos Radar Kudus berusaha menelusuri tempat Lek Man Ceker biasa mangkal. Antara lain, perempatan Puri depan GOR Pesantenan, Pati. Namun, pengemis tersebut tak tampak.

”Sabtu pagi biasanya memang di sini. Daerahnya banyak, selain di sini, juga ke pasar-pasar,” kata seorang pengemis di depan GOR Pesantenan yang enggan disebutkan namanya.

Saat ditanya alamat rumah Legiman, dia mengaku hanya tahu bahwa pengemis tersebut berasal dari Desa Ngawen. Selebihnya, dia tidak mengenal.

Pencarian dilanjutkan ke perempatan Lawet, Bleber, dan Rogowangsan. Namun, dari tiga tempat tersebut, hanya ada dua pengemis di perempatan Rogowangsan. Seorang anak dan ibunya.

Baca Juga:  Penghasilan Pengemis di Kota Ini Melebihi Standar Gaji UMR

Penelusuran diteruskan dengan berusaha mencari Lek Man Ceker di Pasar Rogowongso. Namun, hasilnya juga nihil.

”Kalau ngemis, dia memang terkenal ngoyo. Pendapatannya banyak, tasnya juga selalu penuh,” kata pengemis di depan GOR Pesantenan itu.

Menurut Imam, di antara empat pengemis yang terciduk, tiga orang berasal dari luar Kabupaten Pati. Hanya Legiman yang mengaku sebagai warga Pati.

Dia menduga, bagi mereka, mengemis adalah pekerjaan ”profesional”. ”Kami tambah yakin saat menggelar razia tempat kos. Ada tempat kos yang diakui sang pemilik memang menjadi kantong para pengemis dan pengamen yang beroperasi di wilayah Pati,” tutur Imam.

Katakanlah benar itu pekerjaan profesional, untuk ukuran Pati yang tergolong kota kecil, berapa omzet mereka tiap hari? Kok sampai tabungan Lek Man Ceker sedemikian besar? Dan, apakah ada yang mengorganisasi?

Masih banyak pertanyaan lain. Kelak, kalau Lek Man Ceker sudah ketemu, teka-teki itu mungkin akan terjawab. (*/c11/ttg/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kuduspengemis
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Arwana Senilai 2 M Gagal Diseludupkan

Next Post

Diguyur Hujan Deras, Pemerintah Kebut Proyek Drainase

Related Posts

Warga Keluhkan Aktivitas Pengemis di Sejumlah Pasar Tradisional di Bontang
Bontang

Warga Keluhkan Aktivitas Pengemis di Sejumlah Pasar Tradisional di Bontang

19 Agustus 2024, 11:50
Datang dari Jawa, Manusia Silver Kumpulkan Rp1 Juta Sehari dari Mengemis di Bontang
Bontang

Datang dari Jawa, Manusia Silver Kumpulkan Rp1 Juta Sehari dari Mengemis di Bontang

18 Agustus 2024, 14:18
Beri Uang ke Pengemis dan Pengamen Jalanan di Bontang Didenda Rp 500 Ribu
Nasional

Penghasilan Pengemis di Kota Ini Melebihi Standar Gaji UMR

18 Mei 2024, 16:00
Tidur di Hotel, Pendapatan Pengamen Badut Rp 500 Ribu Sejam
Bontang

Tidur di Hotel, Pendapatan Pengamen Badut Rp 500 Ribu Sejam

11 Juli 2023, 14:47
Satpol PP Bontang Amankan Dua Pengemis Asal Sangatta, Diduga Terorganisir
Bontang

Satpol PP Bontang Amankan Dua Pengemis Asal Sangatta, Diduga Terorganisir

7 Juli 2023, 15:39
14 Pengemis dan Gelandangan Diamankan Satpol PP, Langsung Dipulangkan ke Daerah Asal
Bontang

14 Pengemis dan Gelandangan Diamankan Satpol PP, Langsung Dipulangkan ke Daerah Asal

23 Juni 2023, 15:26

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resep Cumi Hitam, Lezat dan Memanjakan Lidah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Amblas di KM 6 Bontang Ditambal Sementara, Perbaikan Total Tunggu Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.