Diskes-KB : 77 Kasus Terjadi Hingga Bulan Juli
BONTANG – Musim penghujan merupakan salah satu penyebab meningkatnya wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Muhammad Ramsi mengatakan bahwa saat ini masyarakat harus tetap waspada karena angka penderita DBD masih tinggi.
“Tahun 2017 sampai bulan Juli masih mencapai angka 46 intelligence ratio penderita per 100.000 penduduk. Angka tersebut masih tinggi walaupun belum mencapai nominal 50 intelligence ratio, namun saat ini masih berjalan setengah tahun,” terang Muhammad Ramsi.
Dari data Diskes-KB sampai bulan Juli jumlah penderita DBD mencapai 77 orang dengan satu orang yang meninggal dunia akibat wabah penyakit tersebut. Jumlah terbanyak berada di kecamatan Bontang Selatan dengan total 52 penderita. Rinciannya yakni Kelurahan Berbas Tengah 15 kasus, Kelurahan Tanjung Laut 12 kasus, Kelurahan Tanjung Laut Indah 11 kasus, Kelurahan Berbas Pantai 10 kasus, serta Kelurahan Satimpo dan Bontang Lestari masing-masing 2 kasus. (selengkapnya lihat grafis)
Sedangkan Kecamatan Bontang Utara dari Januari hingga Juli berjumlah 21 kasus. Penderita DBD terbanyak berada di Kelurahan Api-Api yakni 10 kasus. Posisi kedua dipegang oleh Kelurahan Loktuan dengan 6 penderita serta satu orang meninggal. Ketiga, yakni Kelurahan Gunung Elai dengan total 2 penderita. Sementara Kelurahan Bontang Kuala, Bontang Baru, dan Guntung masing-masing memiliki 1 kasus. Sedangkan kecamatan Bontang Barat merupakan kecamatan yang sedikit berkembang-biaknya wabah DBD dengan total 4 penderita.
Diskes-KB secara rutin melakukan pemantauan terhadap penyakit DBD ini. Pemantauan tersebut dibarengi dengan langkah pengendalian, yakni menekankan kepada masyarakat berkaitan dengan penghilangan jentik nyamuk Aedes aegypti dan tempat perindukannya secara intensif seminggu sekali.
“Bontang merupakan daerah endermis DBD, jadi selalu ada kasus DBD. Upaya kita berkaitan hal tersebut ialah pencegahan berkembang-biaknya nyamuk Aedes aegypti,” tambahnya.
Langkah pemberantasan melalui fogging belum dilakukan Diskes-KB karena melihat belum adanya lonjakan drastis berkenaan dengan lokasi perkembangan nyamuk Aedes aegypti. Saat ini Diskes-KB menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungan terutama penampungan air yang tidak habis dalam seminggu dan bertempat di ruang terbuka.
“Bentuknya berupa pengawasan kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan 3M, menguras penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air, serta mengubur barang bekas yang dapat menampung air,” tandasnya. (*/ak)







