bontangpost.id – Kota Taman mendapat kuota 800 dosis vaksin Sinovac pada penyaluran tahap pertama. Rencananya jumlah itu akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan terlebih dahulu. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Adi Permana mengatakan skema penyuntikkannya telah diatur oleh pemerintah pusat.
“Sistemnya sama dengan nasional,” kata Adi.
Tenaga kesehatan yang masuk pada kuota itu akan terundang melalui SMS. Pun bisa juga dilihat di aplikasi android pedulilindungi. Selanjutnya mereka akan memilih lokasi mendapatkan vaksin. “Diarahkan oleh pemerintah pusat. Tidak ada kewenangan daerah,” ucapnya.
Pemkot Bontang telah memberikan informasi 20 fasilitas kesehatan. Dijelaskan Adi faskes telah menetapkan jadwal penyaluran. Mereka bakal menerima jumlah peserta. “Jadwalnya juga dapat dipilih nakes sendiri. Sesuai dengan berapa kali faskes menjadwalkan memberikan pelayanan,” tutur dia.
Nantinya saat pendistribusian vaksin, faskes juga mendapatkan logistik. Berupa alat pelindung diri (APD). Saat ini logistiknya belum datang. Vaksin ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan virus korona. Menurutnya jika kuota yang didapatkan banyak maka ruang gerak virus semakin sempit.
“Dipastikan yang sudah divaksin tidak tertular,” terangnya.
Saat ini pemerintah masih menunggu hasil uji klinis. Jika itu selesai maka vaksin langsung diedarkan. Terkait efek samping, Adi tidak dapat menjelaskan secara rinci. Namun sama seperti vaksin lainnya, penerima biasanya mengalami sakit bekas suntikan hingga demam dalam tempo singkat.
“Secara resmi untuk efek sampingnya kami masih menunggu hasil uji klinis,” sebutnya.
Sebelumnya pemkot meminta bagian 100 ribu vaksin. Dikatakan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, jumlah itu untuk 50 ribu orang. Mengingat harus dua kali dilakukan vaksin. “Ini untuk tahap awal,” katanya. Mereka yang mendapat prioritas adalah TNI, Polri, pemerintahan, dan penerima bantuan iuran (PBI). “Itu sesuai dengan anjuran pemerintah pusat,” pungkasnya. (*/ak)






