Diganti dengan Nama Pahlawan dan Tokoh
SANGATTA – Saat ini banyak nama jalan maupun gang di Kutim yang terkesan sembarangan. Tak sedikit yang terkesan aneh dan menggelikan. Melihat kekacauan ini, maka pemerintah Kutim berencana melakukan pendataan nama-nama jalan dan gang yang dianggap ala kadarnya. Pendataan ini akan diserahkan kepada instansi yang terkait. Paling lambat, sudah rampung hingga akhir tahun 2017 ini.
“Sebenarnya itu ada aturannya. Karenanya, kami akan tugasi yang tangani untuk diinventarisasi nama-nama jalan dan gang yang dianggap tidak sesuai. Jadi semuanya akan dibenahi secara bertahap,” ujar Wakil Bupati Kasmidi Bulang.
Nama jalan dan gang akan disesuaikan dengan aturan. Paling umum digunakan ialah nama para pahlawan dan tokoh ternama terkenal hingga saat ini. Karena nama harus disesuaikan dengan aturan, bukan keinginan siapa yang tinggal di jalan tersebut. “Jadi ke depan bukan lagi jalan abal-abal. Jangan nama jalan buat ketawa. Kecuali jalan itu ada tokoh, maka kami utamakan. Tetapi jika tidak sesuai dan lucu, maka akan dibenahi,” katanya.
Sebenarnya usulan ini sudah mencuat jauh hari pada saat dirinya masih duduk di kursi DPRD. Namun pada saat ini, pemerintah belum berfikir ke arah sana. Karena konsen dalam pembangunan daerah khususnya infrastruktur, air bersih, pendidikan, dan kesehatan. Namun pemerintahan kali ini akan membangun secara utuh dari awal hingga akhir. “Sudah lama sebenarnya. DPRD juga sudah usulkan. cuman pada saat itu belum sampai ke sana. Tetapi terima kasih kembali diingatkan dan kami akan benahi semuanya,” katanya.
Sebelumnya, masyarakat Kutim menyoroti nama jalan dan gang yang dibuat secara sembarangan. Pemasangan nama tidak disesuaikan dengan peraturan. Ada yang aneh, lucu, dan tak sedikit hanya bertuliskan tinta spidol.
“Jadi kami harap nama jalan dan gang diatur. Tidak ngawur dan sembarangan kayak saat ini. Kan sekarang paling banyak, siapa yang buat jalan, siapa yang tinggal duluan, langsung namanya dipasang. Padahal warga Kutim tidak mengenal dirinya, dari mana, apa perannya serta seberapa besar sumbangsihnya buat daerah,” kata Iwan, warga kelahiran Sangatta itu.
Bisa dimaklumi jika nama tersebut merupakan tokoh Kutim, seperti gubernur, bupati, pahlawan Kutim serta tokoh adat daerah. Karena mereka semua sudah berjuang dan memberikan sumbangsih besar bagi daerah. “Kalau ujuk-ujuk pasang nama dirinya untuk nama jalan tetapi tidak terkenal dan tidak ada sumbangsih maka bikin malu saja. Itu namanya tidak tahu malu. Apalagi baru menginjak di Kutim. Jadi kami harap diatur lagi dan tidak sembarangan,” pintanya. (dy)







