• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Obat Gagal Ginjal Akut Rp 16 Juta, Dibeli dari Australia dan Singapura

by Redaksi Bontang Post
22 Oktober 2022, 13:28
in Kesehatan
Reading Time: 1 min read
0
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/22). Menkes menjelaskan mengenai tahapan kelas standar BPJS Kesehatan. Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan sudah dimulai di lima Rumah Sakit (RS) milik pemerintah yang tersebar di berbagai wilayah. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/22). Menkes menjelaskan mengenai tahapan kelas standar BPJS Kesehatan. Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan sudah dimulai di lima Rumah Sakit (RS) milik pemerintah yang tersebar di berbagai wilayah. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Selain melarang minum obat sirop, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeli obat penawar racun atau antidotum untuk mengobati pasien ginjal akut. Update terbaru, sebanyak 241 anak terkena gangguan ginjal akut dan 133 di antaranya meninggal dunia. Obat penawar racun itu dibeli dari luar negeri.

Kemenkes melalui RSCM telah membeli antidotum yang didatangkan langsung dari luar negeri. Obat tersebut didatangkan dari Singapura dan Australia.

“Nama obat antidotnya Fomepizole (injeksi),” kata Menkes Budi dalam keterangan virtual, Jumat (21/10).

Menurutnya, obat itu dibeli per vial atau per buah untuk injeksi dari Singapura dan Australia. Dibawa dengan hand carry, atau dibawa langsung oleh petugas dari negara tersebut ke Indonesia.

“Saya kontak teman Menkes Australia dan Singapura. Tolong dong saya pesan dulu. Supaya cepat di hand carry dulu. Kirim orang kita bawa,” kata Menkes Budi.

Obat itu diberikan 1 vial untuk 1 orang anak. Harganya Rp 16 juta per buah. “Satu vial Rp 16 juta. Untuk sementara kita yang tanggung, diberikan gratis ke pasien,” jelas Menkes.

Pihaknya sudah menguji coba obat itu pada 10 pasien anak di RSCM. Dari 10 pasien yang diberikan, kondisinya stabil.

“Setelah diberi obat ini, sebagian anak kondisinya stabil, sebagian membaik. Obat ini stabil, mendatangkan lebih baik lagi, itu bisa diobati. Mudah-mudahan dengan obat ini bisa turunkan angka wafatnya,” jelasnya.

Apa itu antidotum? Antidot adalah sebuah substansi yang dapat melawan reaksi peracunan. Atau dengan kata lain adalah segala zat atau obat yang dapat digunakan sebagai penawar atau penangkal racun.

Hal itu untuk menangkal toksin atau keracunan pada obat yang diduga mengandung senyawa pemicu ginjal akut. Selain itu keluarga pasien diminta membawa atau menginformasikan obat yang dikonsumsi sebelumnya, dan menyampaikan riwayat penggunaan obat kepada tenaga kesehatan. (jawapos)

Tags: Gaga; ginjal akut
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tumpukan Sampah di Bukit Kusnodo Bakal Dipindah ke TPA Bontang Lestari

Next Post

Pendapatan Pajak Sarang Burung Walet Masih Nihil

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.