• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Oknum Petani Mulai Bakar Lahan

by BontangPost
8 September 2017, 11:04
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
PANTAU: Tim dari BPBD bersama Polisi melakukan pemantauan lokasi kebakaran menggunakan drone. Tampak beberapa gambar titik api yang berhasil diabadikan.(Foto Dhedy/BPBD Kutim FOR SANGATTA POST)

PANTAU: Tim dari BPBD bersama Polisi melakukan pemantauan lokasi kebakaran menggunakan drone. Tampak beberapa gambar titik api yang berhasil diabadikan.(Foto Dhedy/BPBD Kutim FOR SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Tradisi Turun Temurun, BPBD Pantau Pakai Drone

SANGATTA – Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kutim terlihat  geram melihat ulah warga yang tak bertanggungjawab. Pasalnya, mereka nekat membuka lahan dengan cara membakar.

Seperti yang terjadi di kawasan Perkantoran Bukit Pelangi tepatnya di belakang gedung ekspo. Terlihat asap tebal mengepul memenuhi kawasan perkantoran. Parahnya, debu hitam mulai memenuhi ruangan kerja pegawai.

Tentu saja hal ini membuat para pegawai mengeluh. Mereka tak bisa bekerja maksimal. Sebab, asap dan debu mengganggu aktivitas mereka. Wajar saja, tak sedikit yang meninggalkan kantor.

“Sudah dari tadi (kemarin). Mungkin jam sebelasan. Susah kami kerja karena banyak asap dan debu. Ini sampai masuk kantor debunya,” ujar Ridwan salah seorang TK2D setempat.

Kebakaran ini tidak hanya terjadi di kawasan Bukit Pelangi, akan tetapi terjadi pula di hutan kawasan Munte. Nyaris sama. Apinya turut mengepul  diatas langit dan mengganggu warga.

Hal ini dibenarkan Romi Ramadian, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim. Pihaknya mengaku sudah memantau sejak terjadinya kepulan asap kecil hingga membesar.

Baca Juga:  KPC Sepakat Salurkan CSR untuk Masyarakat Adat

Hanya saja, belum dilakukan tindakan aktif ke titik lokasi. Pihaknya hanya melakukan pemantauan lewat drone. Hasilnya belum mengkhawatirkan. Hanya terdapat titik-titik kebakaran yang dilakukan warga.

“Kami mau ke lokasi tetapi tidak terjangkau. Karena tidak ada jalan. Makanya kami pantau lewat drone saja. Hasilnya sekira satu hektar yang terbakar. Hanya saja belum besar. Kami lihat pula sudah di petak lahan yang di bakar,” ujar Romi.

Meskipun begitu, Romi beserta beberapa anggota lainnya akan terus bertahan  di dekat lokasi hingga api padam total. Jika dirasa membahayakan, maka langsung dilakukan tindakan praktis.

“Masih pantau. Kami lihat terus perkembangan. Kalau parah kami datangi. Mudahan saja tidak terjadi apa apa,” harapnya.

Sementara itu, Wakapolres Doni turut memantau lokasi. Sekira 10 orang angota kepolisian yang diterjunkan.

“Kami belum dapat ke sana. Belum tau juga apa penyebabnya.  Mau masuk tapi jalan buntu. Jadi dipantau saja dulu. Mudahan saja tidak terjadi apa apa,” katanya.

Dirinya meminta kepada masyarakat untuk tidak bermain api pada saat membuka lahan. Meskipun saat ini masih musim penghujan. Karena hal itu sangat membahayakan.

Baca Juga:  Uang Hasil Rampokan Dikembalikan Usai Incrach 

“Ada konsekuensi yang harus ditanggung. Untuk itu kami minta tidak membakar lahan,” katanya.

TRADISI TURUN TEMURUN

Kondisi curah hujan yang mulai stabil di beberapa wilayah pedalaman Kutim memang menjadi salah satu pertanda masuknya musim tanam. Aktivitas pembukaan lahan tidur pun mulai banyak dilakukan warga.

Baik lahan yang sudah kerap dijadikan tempat beladang, atau lahan baru sekalipun. Namun sayang, pola yang dilakukan warga masih menganut budaya lama, yakni membuka lahan dengan cara membakarnya. Padahal, selain berakibat buruk terhadap kesehatan karena asap yang ditimbulkan, aktivitas ini juga dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

Sutaryo (43) salah seorang warga Desa Seka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan mengaku, sudah biasa membuka lahan perkebunannya dengan cara membakar. Sebab, cara ini dinilai lebih mudah dan hemat biaya, dari pada harus menggunakan pestisida.

“Kalau mau disemprot pakai racun, yah biaya lagi mas. Dari mana carikan modalnya. Paling praktis yah dengan cara dibakar. Sekalian, sisa pembakarannya bisa jadi pupuk,” ucap Sutarya yang sudah bertani sejak lima tahun lalu.

Baca Juga:  Lama Tak Berfungsi, SPBN Kembali Digarap 

Dia pun mengaku akan menanam tanaman sayur di lahan yang sudah dibukanya tersebut. Karena, lebih cepat menghasilkan.

Senada, Zaenal (45) warga Desa Pengadan Kecamatan Karangan, juga melakukan pola yang sama untuk membuka lahan tidur miliknya. Karena, pola tersebut sudah dilakukan turun temurun oleh keluarganya.

“Yah dari dulu memang sudah seperti ini. Kalau dilarang, mau pakai cara apa buka lahannya. Apalagi sudah mau musim tanam. Nanti kalau sudah penghujan, tidak bisa lagi dibakar,” aku Zainal.

Menurut dia, kekhawatiran bahwa pembakaran lahan dapat menyebabkan kebakaran hutan dianggap berlebihan. Sebab, jika polanya dilakukan dengan baik dan diawasi, tentu tidak sampai merambat ke lahan lain.

“Selama saya bakar lahan, tidak pernah merembet ke tempat lain. Karena, setiap mau bakar dicek dulu betul-betul,” sebutnya.

Setelah lahan dibuka, Zainal mengaku rencananya akan ditanam dengan padi gunung. Karena, selain hasilnya untuk dikonsumsi sendiri, sebagian lagi akan dijual untukemenuhi kebutuhan ekonominya.

“Yah, kami hidupnya dari bertani, jadi tiap tahun kerjanya seperti ini,” ujarnya. (dy/aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kebakaran lahanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

AKHIRNYA!!! Rute Sangatta-Balikpapan ‘Terbang’ Lagi 

Next Post

Terkait Kebakaran Lahan, Pemkab Siapkan Kajian Akademis 

Related Posts

Selama April, Hampir 50 Kasus Kebakaran Lahan di Bontang
Bontang

Selama April, Hampir 50 Kasus Kebakaran Lahan di Bontang

25 April 2024, 19:08
Satu Hektare Lahan di Perumahan Bontang Lestari Terbakar
Bontang

Satu Hektare Lahan di Perumahan Bontang Lestari Terbakar

24 April 2024, 16:34
1,5 Hektare Lahan di Kanaan Terbakar
Bontang

1,5 Hektare Lahan di Kanaan Terbakar

22 April 2024, 13:44
Lahan Gambut di Kelurahan Belimbing Terbakar, Angin Kencang Bikin Api Merembet
Bontang

Lahan Gambut di Kelurahan Belimbing Terbakar, Angin Kencang Bikin Api Merembet

17 April 2024, 14:36
Kebakaran Lahan di Loktuan, Asap Mengepul Belasan Jam
Bontang

Kebakaran Lahan di Loktuan, Asap Mengepul Belasan Jam

16 April 2024, 18:00
Ada Delapan Titik Kebakaran Lahan di Bontang selama Libur Lebaran
Bontang

Ada Delapan Titik Kebakaran Lahan di Bontang selama Libur Lebaran

15 April 2024, 14:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.