BONTANGPOST.ID, Bontang – Kekhawatiran menyelimuti orang tua penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang. Hal ini muncul setelah sejumlah kasus keracunan terkait MBG terjadi di berbagai daerah di luar kota.
Nana, warga Bontang Baru, mengaku waswas karena anaknya ikut menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Lihat di berita banyak yang keracunan, semoga di Bontang tidak terjadi,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap bersyukur dengan adanya program MBG karena sangat membantu menekan pengeluaran jajan anak. Namun, ia berharap Pemkot Bontang memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi.
Menanggapi keresahan warga, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memastikan pemerintah melakukan langkah pencegahan. Pemkot akan mengerahkan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) serta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) untuk monitoring kualitas bahan makanan.
“Ini sebagai bentuk double check agar kualitas tetap terjaga,” jelas Agus.
Jika diperlukan, ia akan berkoordinasi dengan Wali Kota untuk membentuk satuan khusus yang memantau distribusi bahan makanan MBG. Menurutnya, pihak penyedia MBG juga sudah melakukan pengawasan ketat, termasuk penggunaan alat penyimpanan terbaik, pemeriksaan rutin, dan pembatasan waktu simpan bahan makanan maksimal tiga hari.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, program MBG di Bontang tetap terawasi dengan baik,” tegasnya. (*)






