bontangpost.id – Pandemi Covid-19 membuat segalanya tak mudah. Pembatasan, hingga seluruh protokol kesehatan itu kenyataannya tak semudah itu diterapkan. Utamanya di camp latihan atlet.
Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai Bontang Muhammad Husain Noor Hidayat mengatakan, sebelum pandemi, pihaknya gelar menggelar latihan 3 kali saban pekan. Pandemi tiba, segalanya berubah. Latihan rutin ditiadakan. Padahal atlit muaythai wajib menjaga stamina. Mengingat olahraga ini membutuhkan ketahanan fisik yang betul-betul prima. Dan itu hanya bisa diraih dengan latihan rutin dan menjaga asupan makanan.
Kata Dayat, latihan dihentikan sesaat usai Bontang mencatat kasus perdana terkonfirmasi Covid-19. Akhir Maret 2020 lalu. Penghentian sementara ini diperpanjang. Ketika perkembangan Covid-19 di Bontang semakin menghawatirkan. Angka kasus melonjak.
“Pemutan latihan di camp langsung dihentikan. Kami tidak mau ambil risiko,” beber Dayat.
Perkembangan Covid-19 di Bontang sempat membaik. Ketika satu per satu pasien positif dinyatakan sembuh dari Covid-19. Bahkan Kota Taman sempat mencatatkan nol kasus. Walau itu tidak bertahan lama.
Sebabnya pengurus cabor Muaythai sempat kembali melakukan latihan. Selama 2 bulan. Rentang Mei-Juni. Dilakukan di markas Muaythai Bontang. Di Perumahan Bontang Sekatup Damai (BSD).
Tapi latihan itu memang tak berlangsung lama. Lantaran angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bontang terus melonjak. Amat signifikan. Dari puluhan menjadi ratusan dalam sepekan. Dan hingga Sabtu (5/9/2020), Bontang telah mencatat 301 kasus.
“Latihan rutin akhirnya tidak kami lakukan sampai detik ini,” ujarnya.
Kata Dayat, total ada sekitar 30 atlet muaythai Bontang. Namun yang aktif latihan, sebelum pandemi sekitar 20 atlet. “Proporsinya 80 pria, 20 persen perempuan,” katanya.
Dayat tak bisa memastikan kapan latihan bisa digelar kembali. Sebab pihaknya memang tidak berani mengambil risiko. Meski begitu, pihaknya rutin memonitor kondisi atlet. Meminta mereka tetap latihan. Kendati harus mandiri. Tanpa pelatih. Tanpa rekan. Sendiri dulu.
“Kondisi atlet kami monitor terus. Kami tanyakan kondisi dan minta mereka jangan lepas pemanasan di rumah,” ungkapnya.
Adapun, akibat pandemi ini, kejuaraan daerah (Kejurda) dipastikan tak digelar. Hal serupa juga berlaku untuk kompetisi internal Muaythai Bontang. “Kondisi begini kami memang tak bisa memaksa,” pungkasnya. (*)

