• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Partisipasi Perempuan Minim, Dorong Pemerintah Lebih Terbuka

by M Zulfikar Akbar
23 April 2018, 17:14
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ASPIN/METRO SAMARINDA
Fransiska Wung Lawing

ASPIN/METRO SAMARINDA Fransiska Wung Lawing

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai tahun politik, momentum 2018-2019 bakal menjadi pertaruhan bagi para wanita Kaltim untuk menunjukan eksistensi. Mengingat saat ini partisipasi dan keterlibatan langsung perempuan di ruang-ruang publik masih sangat minim, terutama di Samarinda sebagai ibu kota Kaltim.

ASPIN ANWAR, Samarinda

Hal ini disampaikan Ketua Umum Naluri Perempuan Setara (Napas) Kaltim, Fransiska Wung Lawing, Minggu (22/4) kemarin. Siska menilai keterwakilan pemimpin perempuan di Samarinda masih cukup rendah.

Pasalnya, jika dilihat dari tahun ke tahun, kebanyakan dari mereka yang menjabat di bidang publik, adalah kaum laki-laki dibandingkan kaum perempuan. Begitupun para figur di bidang eksekutif maupun legislatif lebih didominasi kaum Adam.

“Kita bisa lihat, yang duduk di dinas-dinas maupun di legislatif Samarinda, hanya 4 persen kaum Hawa yang berperan. Artinya masih kurang kesetaraan gender. Padahal pusat menargetkan 30 persen kaum Hawa duduk di kursi parleman maupun di ruang publik,” kata Fransiska usai menghadiri salah satu acara pada perayaan Hari Kartini, kemarin.

Setidaknya, lanjut Fransiska, jika demokrasi yang dianut dewasa ini dimaknai sebagai wider people participation, maka perempuan juga menjadi bagian tak terpisahkan. Sebab hal tersebut juga harus dipikirkan dan diupayakan porsinya dalam konteks politik di Indonesia.

Selain itu, status perempuan sebagai bagian dari bangsa yang harus diberikan hak-hak dasarnya. Termasuk hak untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara juga sudah cukup jelas. Sehingga pemerintah dinilai perlu mendorong lagi secara masif peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.

“Kalau kami membingkai secara garansi kesetaraan status perempuan dengan laki-laki, khususnya di bidang politik dan hukum, ditegaskan dalam UUD 1945, Pasal 27 Ayat 1, yang berbunyi, segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” jelasnya.

Dia berharap kepada Pemerintah Kaltim, terutama Pemkot Samarinda, untuk melihat persoalan yang perlu dicermati yaitu bagaimana pemerintah memaknai prinsip kesetaraan gender tersebut. Dalam ranah politik, konsep kesetaraan atau equal opportunity, berarti pemberian kesempatan yang setara seluas-luasnya bagi setiap warga negara secara nondiskriminatif untuk mendapatkan hak-hak hidupnya.

Di antara hak-hak tersebut yang terpenting adalah kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik. “Kami melihat di Samarinda, masih minim peran perempuan. Kami sebagai kaum perempuan mempunyai hak untuk berperan di dunia publik. Kita bisa menilai, di Samarinda aja, pembangunan kesetaraan gender masih minim,” katanya.

“Kami sangat berharap pemerintah mulai membuka ruang dan kesempatan yang luas bagi peran kaum Hawa ke depan. Apa yang diperjuangkan oleh RA Kartini dulu, itu juga yang sekarang sedang kami perjuangkan. Kami ingin hak-hak perempuan bisa diberikan,” tegas Fransiska. (*/aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Perempuan Minim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

220 Mubalig NU Ikuti Pembekalan

Next Post

HORE! Kuota 100 Ribu Guru CPNS Bukan Hanya untuk Honorer

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.