bontangpost.id – Tahun ini Pemerintah Kota Bontang menyiapkan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar untuk merombak total Pujasera Lapangan Besai Berinta atau Lang-Lang.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang Ahmad Aznem mengatakan anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan Pujasera berasal dari APBD Murni. Oleh sebab itu, untuk memasuki tahap lelang di bulan ini, pihaknya tengah merampungkan sejumlah dokumen.
“Target lelang di Januari. Dokumen masih kami siapkan. Setelah itu kami setor ke ULP,” singkatnya.
Dikatakan Aznem, mulanya seluruh sarana umum di Lapangan Bessai Berinta bakal dibenahi. Sebab anggaran terbatas, pihaknya mendahulukan pembenahan Pujasera. Pun, tujuan dirombaknya Pujasera agar lebih tertata dan rapi seperti bangunan lainnya.
Sebagai gambaran umum, Pujasera yang akan dibenahi nantinya dibangun memanjang dengan konsep modern dan bersifat permanen. Sedangkan antar pedagang satu dengan lainnya akan dibatasi dengan sekat.
“Kalau rapi kan enak juga dipandang tidak terkesan berantakan seperti sekarang. Kalau sudah dibangun bisa juga jadi wisata kuliner,” sambungnya.
Nantinya, apabila progres pembangunan berlangsung, 27 pedagang Lang-Lang akan direlokasi sementara ke bagian utara panggung. Sehingga, perputaran ekonomi pedagang tetap berjalan seperti biasa.
“Kalau direlokasi kami bantu sediakan air bersihnya saja. Kalau untuk listrik dan sebagainya ya pedagang menyiapkan secara mandiri,” timpalnya.
Mengetahui hal itu, salah seorang pedagang Lang-Lang Bahtiar mengaku gembira. Sebab, dengan adanya pembenahan bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung.
“Kami malah senang kalau mau dibagusin. Artinya pemerintah memperhatikan keberadaan kami. Toh, masyarakat banyak yang berkunjung setiap harinya,” aku Bahtiar kala dijumpai.
Dengan Pujasera baru, bilang Bahtiar bila nantinya akan ditarik pajak ia beserta pedagang lainnya tidak keberatan dan bahkan menyambut baik. Sebab dengan begitu bisa turut memberi kontribusi ke pemerintah dalam menambah PAD.
“Jujur, kami enggak tenang juga jualan disini tanpa membayar apapun. Dengan membayar pajak artinya kami punya kewajiban kepada pemerintah sebagai timbal balik memberikan fasilitas ke kami,” tuturnya. (*)






