BONTANGPOST.ID, Bontang – Aktivitas jual-beli di lapak pedagang di kawasan Stadian Bessai Berinta (Lang-lang) ditutup saat pelaksanaan Upacara Kemerdekaan 17 Agustus.
Penutupan itu mendapat respons Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi. Dia mengusulkan, lapak jualan ditutup sebelum prosesi pengibaran bendera. Setelah prosesi pengibaran bendera, pedagang diperbolehkan membuka lapak jualan mereka.
Dengan skema penyusunan waktu, menurut dia pedagang tidak menggangu khidmatnya jalannya upacara kemerdekaan. Serta tidak mengabaikan kesempatan pedagang menghasilkan pundi-pundi rupiah di momen kemerdekaan.
“Kalau menurut saya harusnya tetap berjualan tapi diatur waktunya, jadi saat khidmatnya upacara lapak ditutup. Setelah selesai upacara bisa dibuka,” kata Winardi, Rabu (13/8/2025).
Begitu juga ketika upacara penurunan bendara pada sore hari. Kata Winardi skema penentuan waktu tutup dan buka lapak tidak saling merugikan.
Artinya, jalannya pengibaran dan penurunan berjalan khidmat dan tenang. Begitupula pedagang tidak menggangu dan bisa mendapatkan penghasilan dari berjualan saat pengunjung ramai.
“Tidak apa-apa dibuka, supaya momen kemerdekaan terasa juga di UMKM,” jelasnya.
Lanjutnya, Winardi memahami alasan pemerintah menutup lapak pada hari kemerdekaan supaya prosesi pengibaran bendera berjalan dengan lancar dan tenang.
Namun, di sisi lain menurut dia, pedagang mengambil kesempatan meramaikan jualannya pada saat situasi di lang-lang sedang ramai-ramainya. Apalagi situasi saat ini, lapak mereka sepi. (*)







