• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Pelosok Wonogiri Diserang Kawanan Monyet Liar

by M Zulfikar Akbar
6 Februari 2019, 09:00
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
GAGAL PANEN: Warga Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, menunggui ladang mereka agar tidak dijarah kera-kera liar. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

GAGAL PANEN: Warga Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, menunggui ladang mereka agar tidak dijarah kera-kera liar. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share on FacebookShare on Twitter

Puluhan hektare lahan jagung siap panen ludes gara-gara serbuan monyet-monyet liar. Metode letusan petasan, kembang api, dan gonggongan anjing hanya mampu membuat kera-kera pindah… ke ladang lain.

Hampir 1 kilometer sudah kami berjalan saat sayup-sayup terdengar suara letusan petasan. Disusul gonggongan anjing bersahutan. ”Oh itu, warga di sini biasa mengusir monyet dengan petasan dan anjing,” ujar Kepala Dusun Guntur Widhi Hartono seolah membaca kekagetan Jawa Pos Radar Solo yang berjalan di sampingnya.

Warga Gunturharjo, desa tempat Dusun Guntur berada, di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memang tengah menghadapi pagebluk. Dalam bentuk serbuan ratusan monyet ekor panjang.

Monyet-monyet itu mengacak-acak dan melahap jagung serta kacang tanah siap panen di berhektare-hektare ladang. Padahal, dua tanaman itulah yang paling diandalkan petani di sana. Mengingat Gunturharjo di Kecamatan Paranggupito di bagian paling selatan Wonogiri adalah kawasan karst yang gersang. Serangan monyet serupa dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di berbagai kecamatan di Wonogiri.

Di pagi yang dibasahi gerimis pada Senin (4/2) lalu itu, Widhi pun mengajak Jawa Pos Radar Solo melihat langsung ke ladang. Menemui para petani yang tengah menjaga tanah garapan mereka, yang kebetulan belum digasak kera-kera. ”Pas saya tiba di ladang bersiap untuk panen, ladang jagung saya ternyata sudah acak-acakan,” kata Sokiran, warga Guntur yang berpapasan dengan kami di jalan.

Total ladang satu dusun yang diserang, lanjut Sokiran, sampai 20 hektare. ”Jelas rugi besar, Mas,” ujar Sokiran tanpa mau memerinci berapa kerugian yang dia tanggung.

Baca Juga:  Kronologis Bocah 3 Tahun Diserang Monyet Hingga Berujung Operasi

Dusun Guntur, seperti umumnya desa-desa bertanah karst di Paranggupito, mengandalkan pengairan tadah hujan. Tanahnya merah. Sekelilingnya dikepung bukit karst. ”Ada tradisi lokal masyarakat kami yang namanya ngawu-awu, warisan leluhur masyarakat yang hidup di tempat tandus seperti di Paranggupito,” jelas Widhi saat kami kembali melanjutkan perjalanan.

Metode tersebut secara garis besar adalah mengolah lahan, lalu menanam benih di akhir musim kemarau. Harapannya, jika hujan turun, benih langsung bisa tumbuh.

Benar saja, benih-benih jagung, kacang tanah, dan padi gogo yang ditanam sekitar November 2018 saat ini sudah memasuki masa panen. Tapi, itu tadi, buah kerja keras yang sudah di depan mata tersebut lenyap akibat serbuan monyet.

Binatang tersebut biasa hidup berkoloni mulai 30 sampai 50 ekor. Bahkan, antarkelompok monyet itu juga sering berkelahi memperebutkan makanan. Kalau sudah begitu, tanaman bisa dipastikan rusak sebagai ajang tawuran monyet-monyet.

Untuk saat ini memang Dusun Guntur yang diincar. Sebab, jagung dan kacang tanah di sana sudah siap panen. Tapi, itu tidak berarti dusun atau bahkan desa-desa lain di Paranggupito bakal aman. Bulan depan bisa saja lahan mereka yang ganti diserang.

Saat ini hanya wilayah Wonogiri di lereng Gunung Lawu yang tidak mengalami serangan monyet. Misalnya Kecamatan Jatipuro, Bulukerto, Puhpelem, dam Girimarto. Sebab, di kawasan-kawasan tersebut persediaan makanan di hutan masih banyak.

Baca Juga:  Kronologis Bocah 3 Tahun Diserang Monyet Hingga Berujung Operasi

Di wilayah Paranggupito serangan monyet terakhir marak pada 2011. Ketika itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri turut turun tangan dengan cara mengundang enam pawang monyet dari suku Baduy di Lebak, Banten. Setidaknya hampir sebulan keenam pawang bekerja menangkap monyet-monyet tersebut. Hasilnya, serangan pun mereda. Sampai kemudian mulai muncul lagi pada 2017.

Kami terus berjalan. Kali ini melintasi jalan setapak yang sedikit menanjak. Di sisi kanan tampak tanaman jagung yang masih muda. Di sela-selanya tumbuh subur ketela rambat.

Tepat setelah menuruni bukit kecil, dua petani tampak duduk di pinggiran jalan setapak, di samping ladang jagung. Mereka berjaga-jaga. Dari kejauhan terlihat tiga ekor anjing yang seperti curiga dengan kedatangan kami.

Tapi, induk semang anjing-anjing itu dengan segera mengenali Widhi. Mereka lantas bangkit berdiri memberi salam. Kemudian larut dalam perbincangan. ”Kalau mengusir pertama dengan petasan atau kembang api. Memang kelompok monyetnya pergi, tapi ya pergi ke lahan lain yang sedikit jauh,” terang Widhi.

Warga juga bisa dipastikan selalu membawa anjing ketika pergi ke ladang. Anjing itu bertugas mengejar monyet-monyet tersebut atau sekadar menggonggong untuk menakuti. ”Tapi, kalau bertemu pimpinan monyet yang besar, anjingnya takut, kalah gede dan kalah mental,” katanya lantas terkekeh.

Hampir tiap rumah di Guntur punya anjing. Tapi, keberadaan mereka juga tidak sepenuhnya aman. Masih banyak pihak yang dengan sengaja memasang racun. Entah tujuannya untuk mengambil daging anjing buat dijual atau memang niatnya hanya untuk membunuh. ”Namun tidak jadi soal. Toh, setiap rumah di sini pasti punya anjing. Kalau beranak tinggal meminta,” tambah Widhi.

Baca Juga:  Kronologis Bocah 3 Tahun Diserang Monyet Hingga Berujung Operasi

Beberapa anak muda Dusun Guntur juga memiliki senapan angin. Tapi, karena spesifikasinya hanya untuk menembak burung, tembakan pada monyet sebatas melukai.

Widhi sadar perburuan monyet itu memicu pro dan kontra. ”Tapi, kalau ada pihak yang tidak setuju dengan perburuan, silakan datang ke Guntur, peliharalah monyet-monyet itu. Kami sudah kehabisan cara. Kalau kemarau kekurangan air untuk bercocok tanam, kalau musim hujan kami diserang monyet,” cetus Widhi yang juga mantan ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia Kabupaten Wonogiri.

Di alam, monyet-monyet itu nyaris tak menghadapi predator. Jadi, pertumbuhannya begitu pesat. Koloni mereka terus bertambah, sedangkan makanan yang tersedia di alam terbatas. Jadilah ladang jagung yang mereka serbu.

Karena itulah, warga Guntur berharap Pemkab Wonogiri kembali turun tangan untuk mengatasi pagebluk kali ini. Dengan memanggil lagi para pawang dari suku Baduy. Widhi ingat betul bagaimana monyet-monyet liar tersebut malah mendekat ketika ada para pawang Baduy.

”Mudah sekali menangkapnya. Entah pakai jampi-jampi apa saya tidak tahu. Yang pasti, setelah itu tidak ada lagi serangan monyet sampai muncul lagi kini,” terangnya. (*/c9/ttg/jpg)

Tags: monyet liarwonogiri
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gempa Megathrust Rusak 75 Rumah Warga, Siang Ini Kepala BNPB ke Mentawai

Next Post

Gunung Karangetang Erupsi, Lava Pijar Isolasi Kampung Batubulan

Related Posts

Kronologis Bocah 3 Tahun Diserang Monyet Hingga Berujung Operasi
Bontang

Kronologis Bocah 3 Tahun Diserang Monyet Hingga Berujung Operasi

14 April 2023, 11:38

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.