• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pemilu Jangan Jadi Pesta Caci Maki

by BontangPost
12 Desember 2017, 11:21
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO BERSAMA: Panwaslu Kota Bontang beserta peserta FGD dan pemateri berfoto bersama usai acara FGD dengan tema pengawasan pastisipatif.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

FOTO BERSAMA: Panwaslu Kota Bontang beserta peserta FGD dan pemateri berfoto bersama usai acara FGD dengan tema pengawasan pastisipatif.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Momen pemilu 2018 dan 2019 mendatang akan menjadi pesta demokrasi serentak yang dilaksanakan di beberapa provinsi termasuk Kaltim dan tentunya Kota Bontang. Panwaslu Bontang pun mengajak semua elemen masyarakat untuk dewasa dalam berdemokrasi. Sehingga jangan sampai pemilu menjadi ajang pesta caci maki antar tim sukses. Panwaslu pun mengajak organisasi masyarakat di Bontang menjadi pengawas partisipan.

Ketua Panwaslu Kota Bontang Agus Susanto dalam sambutannya mengatakan, penyederhanaan jadwal tahapan pemilu menjadi tantangan baru bagi panwas dalam momen pilkada dan pemilu serentak nanti. Bukan karena pemilu digelar serentak, tetapi juga akan mendatangkan persoalan karena banyaknya objek yang diawasi, sementara jumlah pengawas  tidak banyak.

Tantangan lainnya ialah soal akses negatif dari diselenggarakannya pemilu serentak. Meski sudah beberapa kali pemilu dilakukan, berulangkali berganti penyelenggara dan sudah beberapa kali menghasilkan  kepala daerah regional dan nasional ternyata perilaku masyarakat masih belum dewasa dalam berdemokrasi. Terbukti dari beberapa kali pilkada dan pemilu yang masih menyisakan bara konflik yang siap membakar. Masyarakat yang terkotak-kotak dan perbedaan pihak politik dan lainnya. “Inilah tantangan selanjutnya  bagi kerja pengawasan. Jangan sampai pesta demokrasi menjadi pesta caci maki dan ingin menang sendiri,” jelas Agus di Hotel Bintang Sintuk, Senin (11/12) kemarin.

Baca Juga:  Panwaslu Buat Pojok Diskusi

Apalagi, lanjut dia, di era pengajuan teknologi dan kemudahan informasi ini ternyata banyak digunakan oleh pihak yang berkompetisi untuk memenangkan pilihannya dengan cara-cara yang salah tanpa mempedulikan bahwa perilaku tersebut mengancam persatuan masyarakat. “Kita bisa melihat banyaknya berita hoax yang berseliweran di momen pilkada dan pemilu di sejumlah daerah. Ini terjadi sejak sebelum tahapan hingga terjadinya proses pilkada mendatang,” ujarnya.

Berkaca pada kondisi ini, dikatakan Agus, lembaga pengawas pemilu juga harus cepat mengambil tindakan. Semakin mudahnya orang mengakses informasi di media sosial perlu pengawasan yang ketat dengan pengawasan aplikatif  dengan catatan harus melibatkan semua kalangan.

Tugas bawaslu harus disepakati sejak dimulai dan berakhirnya pilkada. Misalnya membangun kesadaran dengan masing-masing peserta pemilu, penyelenggara dan masyarakat untuk mengikuti aturan. Hal itu untuk meminimalisir proses pemilu yang tidak fair karena adanya intimidasi, maupun bujuk rayu berupa uang, barang, dan jabatan. “Setelah penguatan bawaslu secara kelembagaan maka berikutnya adalah penguatan pengawasan dengan partisipasi masyarakat seperti kegiatan  FGD (Focus Group Discussion) ini. Bahwa masyarakatlah aktor inti pengawasan dalam setiap pemilu,” ungkapnya.

Baca Juga:  22 Parpol di Bontang Siap Ramaikan Pemilu 2024, Partai Baru Mendominasi

Menurutnya, menjadi pengawas partisipan merupakan tugas maha penting yang harus diingat dan diupayakan tanpa henti dan tanpa pamrih. Ikhtiar berupa gerakan sejuta relawan pemilu secara nasional yang dibuat pada pemilu 2014 harus menjadi agenda rutin bagi bawaslu. “Dia (pengawas partisipan, Red) bisa menjadi pengawas agar masyarakat menjadi sadar pemilu, sadar hak dan tanggung jawab. Pengawasan dari masyarakat dilakukan secara sadar dan kontinyu agar hasil pemilu dan pilkada kita semakin baik,” ujarnya.

FGD dengan tema Pengawasan Partisipatif dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari berbagai ormas di Bontang. Hadir juga para Panwascam serta dari berbagai media. Narasumber FGD tersebut diisi oleh Komisioner Panwaslu Bontang Nasrullah, Ketua Panwaslu Bontang Agus Susanto dan Kasat Intel Polres Bontang AKP Ibnu.

Baca Juga:  Non PNS Jadi Saksi Partai

Dalam kesempatan itu, Kasat Intel Polres Bontang memberikan materi terkait pembekalan pemilu serentak yang didalamnya terdapat pemaparan terkait potensi konflik dan kerawanannya. “Intinya, semua harus saling sinergi dalam penanganan pemilu serentak nanti, baik itu penyelenggara, pengawas, peserta dan pemilih,” tukasnya. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: panwaslupemilu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

SMKN 1 Gelar Smakenza CUP II dan Porseni

Next Post

Perlahan Tambah Dukungan

Related Posts

MK Putuskan Perhitungan Suara Ulang di 147 TPS di Kaltim
Kaltim

MK Putuskan Perhitungan Suara Ulang di 147 TPS di Kaltim

11 Juni 2024, 10:54
Anak-anak Dilarang Dilibatkan dalam Kampanye Pemilu 2024
Nasional

Anak-anak Dilarang Dilibatkan dalam Kampanye Pemilu 2024

27 November 2023, 10:32
Ketua KPU Ungkap Kemungkinan Pemilu 2024 Coblos Partai Bukan Caleg
Nasional

Ketua KPU Ungkap Kemungkinan Pemilu 2024 Coblos Partai Bukan Caleg

29 Desember 2022, 21:00
KPU Sebut Dua Parpol Lakukan Pencatutan Nama Dalam Sipol
Bontang

22 Parpol di Bontang Siap Ramaikan Pemilu 2024, Partai Baru Mendominasi

23 Agustus 2022, 13:30
Penetapan PKPU Lamban, Tahapan Pemilu Tetap Dimulai Bulan Depan
Nasional

Penetapan PKPU Lamban, Tahapan Pemilu Tetap Dimulai Bulan Depan

19 Mei 2022, 19:00
Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup
Nasional

Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup

21 Maret 2022, 16:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.