• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Non PNS Jadi Saksi Partai

by M Zulfikar Akbar
16 April 2018, 06:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Agus Susanto. (Dok/Bontang Post)

Agus Susanto. (Dok/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

“Dari hasil investigasi dan klarifikasi juga, kami menyatakan bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan MT belum memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilihan. Tetapi MT diduga melanggar kode etik sebagai pegawai Non PNS,”

Agus Susanto, Ketua Panwaslu Bontang

BONTANG – Pelanggaran netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali terjadi jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Salah satu tenaga non PNS di lingkup Pemkot Bontang, MT terlibat dalam kepengurusan partai. Diduga, ia juga menjadi saksi salah satu pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur pada uji publik daftar pemilih sementara (DPS).

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Bontang, Agus Susanto mengatakan, pada 31 Maret 2018 pihaknya mendapat temuan dari Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Bontang Selatan perihal dugaan pelanggaran pemilihan yang dilakukan oleh MT sebagai pegawai Non PNS di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Bontang. “Temuan ini teregistrasi dengan nomor 008/TM/PG/Kota/23.03/III/2018 pada tanggal 4 April lalu,” jelas Agus, Minggu (15/4) kemarin.

Baca Juga:  Panwaslu Ajak Jaga Kesucian Pilkada 2018

Atas temuan tersebut, Panwaslu pun melakukan investigasi, klarifikasi dan memeriksa dua orang saksi. Alat bukti yang diserahkan ke Panwaslu, dikatakan Agus yakni fotokopi surat tugas dari paslon dengan dokumentasi dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari salah satu OPD. Tak hanya itu, alat bukti juga dilengkapi dengan kartu tanda anggota (KTA) salah satu partai di Bontang. “Hasil klarifikasi, yang bersangkutan mengaku sudah selama sepuluh tahun bergabung di partai sebelum menjadi honorer,” ujarnya.

Karena MT merupakan tenaga honorer atau Non PNS di lingkup Pemkot Bontang dan dibayar dari sumber dana APBD Kota Bontang melalui surat perjanjian kerja, maka Agus menyatakan bahwa MT diduga melanggar Pasal 70 ayat (1) Undang-undang (UU) nomor 10 tahun 2016. Ancaman hukumannya tertuang dalam pasal 189 UU nomor 10 tahun 2016 dengan pidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama 6 bulan, serta denda paling sedikit Rp 600 ribu.

Baca Juga:  Panwaslu Imbau ASN "Puasa" 4 Bulan

“Dari hasil investigasi dan klarifikasi juga, kami menyatakan bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan MT belum memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilihan. Tetapi MT diduga melanggar kode etik sebagai pegawai Non PNS,” ungkapnya.

Bukan hanya melanggar UU nomor 10 tahun 2016, MT juga diduga melanggar Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tanggal 27 Desember 2017 perihal Pelaksanaan Netralitas Bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2018, Pemilihan Legislatif tahun 2019, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. “Dalam surat edaran Menpan-RB itu jelas tidak boleh ada indikasi ketidaknetralan yang dilakukan oleh para ASN, yakni PNS atau pegawai Non PNS, dan MT diduga telah melakukan pelanggaran berat karena melanggar SPK untuk pegawai Non PNS pasal 6,” bebernya.

Baca Juga:  12 Peserta Lolos Tes Tulis Capanwaslu 

Panwaslu pun meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang untuk melakukan pemeriksaan etik dan memberi sanksi terhadap MT yang tidak memperhatikan asas netralitas pada Pilgub 2018 ini. “Sanksinya nanti tergantung dari sekda, kami hanya melanjutkan laporan saja,” tukas Agus. (mga)

Tags: netralitas pnsnon pnspanwaslu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Makanan di Hutan Menipis

Next Post

Pupuk Kaltim Gelar Community Gathering

Related Posts

Hingga DPT Mulai Ditetapkan, Panwaslu Larang Bacaleg Kampanye
Breaking News

Hingga DPT Mulai Ditetapkan, Panwaslu Larang Bacaleg Kampanye

7 Agustus 2018, 11:05
Pasca Penetapan DCS, Warga Bisa Laporkan Caleg 
Breaking News

Pasca Penetapan DCS, Warga Bisa Laporkan Caleg 

21 Juli 2018, 11:04
Cegah Kecurangan Jelang Pileg dan Pilpres, Panwaslu Perketat Pengawasan di Kantor KPU 
Breaking News

Cegah Kecurangan Jelang Pileg dan Pilpres, Panwaslu Perketat Pengawasan di Kantor KPU 

13 Juli 2018, 11:00
Panwaslu Rilis Kerawanan di Sejumlah TPS
Breaking News

Panwaslu Rilis Kerawanan di Sejumlah TPS

26 Juni 2018, 11:51
Rawan Politik Uang, Panwaslu Antisipasi Pelanggaran di Minggu Tenang 
Breaking News

Rawan Politik Uang, Panwaslu Antisipasi Pelanggaran di Minggu Tenang 

26 Juni 2018, 11:06
Panwaslu Bersih-Bersih APK
Breaking News

Panwaslu Bersih-Bersih APK

25 Juni 2018, 11:55

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.