bontangpost.id – Penjualan daging sapi segar di sejumlah pasar Kota Bontang anjlok lantaran kalah saing dengan tren daging beku. Itu sebabnya pedagang daging sapi resah.
Persoalan tersebut langsung mendapat atensi dari Wakil Wali Kota Bontang Najirah. Menurutnya, produk daging beku memang baik dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kendati demikian, Najirah meminta OPD terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sejatinya, keberlangsung pedagang pasar juga produk hasil UMKM harus seimbang. Sehingga perekonomian masyarakat meningkat tanpa ada yang dirugikan.
“Tentunya saya ingin ekonomi masyarakat berkembang. Makanya saya minta OPD terkait untuk mencari solusi mengenai persoalan ini,” sebutnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Diskop-UKMP Bontang Kamilan mengaku bakal menindaklanjuti keluhan pedagang tersebut dengan menggandeng OPD lainnya seperti Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3).
Diakuinya, fenomena daging beku memang banyak diminati masyarakat lantaran harganya lebih murah, higienis, dan mudah didapat kapan saja. Oleh sebab itu, langkah yang diambil ialah dengan cara mendata langsung ke lokasi mengenai berapa banyak pedagang daging beku di Bontang dan mendata berapa banyak pasokan daging dalam setiap harinya.
“Iya. Bakal kami tindaklanjuti. Makanya kami mau data dulu ada berapa daging beku yang dipasok,” akunya.
Setelah pendataan, Kamilan bilang pihaknya bakal mengambil solusi. Opsi sementara ialah dengan membatasi jumlah daging beku yang masuk ke Bontang.
“Dilihat nanti lah seperti apa kondisi di lapangan. Kami maunya daging beku tetap ada dan berdampingan dengan penjualan daging sapi segar seperti biasanya,” tandasnya. (*)






