• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pemkot Bontang Ajukan Tiga Skema Pembangunan Jargas

by Redaksi Bontang Post
1 Juli 2024, 15:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Pemkot Bontang memiliki tiga opsi yang akan diajukan ke pemerintah pusat terkait pemasangan jargas. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Pemkot Bontang memiliki tiga opsi yang akan diajukan ke pemerintah pusat terkait pemasangan jargas. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pemkot Bontang akan hadir dalam focus group discussion (FGD) 3 Juli 2024 mendatang di Yogyakarta. Kegiatan ini akan melibatkan tiga kementerian. Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian ESDM. Utamanya menyangkut permohonan pembangunan jargas di Bontang.

Kabag Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan ada tiga skema yang bakal diajukan pemkot dalam pembangunan jargas kepada pemerintah pusat. Ini masih akan dibahas. Jadi memang kami siapkan tiga opsi, kata Arif.

Opsi pertama ialah pembangunan menggunakan APBN. Artinya kewenangan berada di pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM. Opsi ini seperti pembangunan sebelumnya.

Mengacu data yang sudah kami serahkan pada Mei lalu yakni 11.214 sambungan rumah. Termasuk kawasan Bontang Lestari yang belum ada dari dulu, ucapnya.

Baca Juga:  Nasib Pemasangan Sambungan Baru Jargas di Bontang Menggantung

Selanjutnya pemkot menawarkan jika opsi pertama tidak bisa terealisasi maka APBD siap untuk menjadi sumber anggaran. Nantinya pemkot akan menghibahkan anggaran tersebut ke pusat. Sehubungan porsinya tentunya akan menunggu hasil pembahasan.

Menurutnya konteks ini pernah diterapkan ketika kewenangan guru SMA ditarik ke provinsi. Terkait pemberian insentif maka pemkot menghibahkan ke pemprov selama ini.

Pusat tetap yang membangun jargasnya. Karena daerah tidak memiliki kewenangan untuk membangun jargas. Pasca UU 23/2014, tutur dia.

Terakhir skema yang diajukan ialah kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Sebenarnya skema ini yang didorong Kementerian ESDM. Bahwasanya pembangunan di Bontang bisa menempuh KPBU. Skema ini pernah diterapkan di Batam.

Baca Juga:  KPPU Soroti Mandeknya Pembangunan Jargas, Baru Terpasang 62.735 SR

Menarik investor membangun jargas di Bontang. Tapi biasanya KPBU kalau daerah tidak punyai duit, teranya.

Nantnya KPBU yang akan didiskusikan ialah bisa skema itu tetapi dengan APBD. Karena kas daerah Bontang ini mencukupi untuk pembangunan jargas tersebut. Konsep ini perlu pendalaman. Biasanya KPBU ada nilai ekonomisnya. Sama seperti pembangunan jalan tol. Investor mendapatkan bagi hasil, sebutnya.

Pembangunan jargas di Bontang ini penting. Pasalnya Bontang merupakan daerah pengolah migas. Belum lagi nantinya Bontang menjadi penyangga bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Diketahui, jumlah terbanyak menyasar Kelurahan Loktuan. Angkanya yakni 1.973 kepala keluarga yang memohon pemasangan jargas. Disusul Tanjung Laut dengan 1.404 kepala keluarga.

Baca Juga:  KPPU Soroti Mandeknya Pembangunan Jargas, Baru Terpasang 62.735 SR

Pada posisi ketiga teratas yakni Kelurahan Api-Api dengan 1.077 kepala keluarga yang bermohon. Kanaan 256 kepala keluarga, Belimbing 785 KK, Gunung Telihan 425 KK, Bontang Baru 481 KK, Bontang Kuala 436 KK, Gunung Elai 700 KK, Guntung 395 KK.

Tanjung Laut Indah 740 KK, Berebas Tengah 952 KK, Berbas Pantai 420 KK, dan Bontang Lestari 944 KK. Serta untuk angka terendah menyasar Satimpo yaitu 226 KK. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Pemasangan Jargas
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Budaya “Berkas Titipan” di PPDB Masih Jadi Langganan

Next Post

Gagas Program PKT BISA, Pupuk Kaltim Dorong Ekonomi Sirkular Sektor Pertanian di Magetan

Related Posts

Nasib Pemasangan Sambungan Baru Jargas di Bontang Menggantung
Bontang

Nasib Pemasangan Sambungan Baru Jargas di Bontang Menggantung

22 Mei 2025, 10:31
KPPU Soroti Mandeknya Pembangunan Jargas, Baru Terpasang 62.735 SR
Kaltim

KPPU Soroti Mandeknya Pembangunan Jargas, Baru Terpasang 62.735 SR

12 Mei 2024, 14:30

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.