BONTANG – Pemkot Bontang bakal mengambil langkah cepat untuk merealisasikan pembangunan kilang Bontang. Salah satu upaya yakni berkoordinasi dengan penanggung jawab kilang PT Pertamina. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang Amiruddin.
Pertemuan itu akan dijadwalkan pekan depan. Rencananya pada audiensi tersebut bakal dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. “Kami akan ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Pertamina,” kata Amiruddin.
Pada pertemuan tersebut dirangkaikan dengan penyampaian secara resmi telah rampungnya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sebab, pemberitahuan dari Pemkot Bontang sejauh ini masih sebatas lisan. “Sebelumnya masih menunggu Perda RTRW. Saat ini sudah selesai jadi akan kami sampaikan secara resmi,” ucapnya.
Termasuk menanyakan tahapan selanjutnya yang bakal dilakukan. Amiruddin menuturkan salah satunya kepastian sehubungan jadwal penentuan lokasi. Kini, ia belum dapat memprediksi kapan tahapan tersebut digelar. Namun, ia berharap agar proses itu dijalankan segera.
“Kalau dari kami harapannya awal tahun ini. Sebelumnya ini kami targetkan 2019 tetapi ternyata tidak terkejar,” pinta dia.
Pemkot Bontang menyodorkan dua lokasi untuk dijadikan kawasan pembangunan Grass Root Refinery (GRR). Meliputi eks lahan terbang layang Bontang Lestari dan kawasan Badak LNG, Satimpo. Nantinya, penentuan berdasarkan kajian dari Pertamina.
“Mereka (Pertamina) yang tentukan. Survei awal sudah mereka lakukan sebanyak empat kali di tahun lalu,” ujar mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan ini.
Amiruddin mengaku sejauh ini telah bertemu dengan pihak Perusahaan Migas asal Oman, Overseas Oil and Gas (OOG). Totalnya sebanyak tiga kali. Mereka berpandangan progres perkembangan investasi kilang berlangsung baik. Dituturkan dia, setelah penentuan lokasi usai tahapan selanjutnya ialah pembebasan lahan.
Dikutip dari JPNN (grup Jawa Pos), OOG telah bersurat kepada Pertamina terkait proyek pembangunan Kilang Bontang. Isinya ialah mempertegas komitmen sekaligus keseriusan dalam pembangunan refinery dan petrochemical.
“Kami juga ingin meluruskan hal-hal yang masih belum dikomunikasikan dengan baik. Agar kegiatan dan persiapan yang sudah dilakukan dan dikerjakan beberapa tahun ini bisa dilanjutkan. Jadi kami berharap komunikasi ini dapat dibuka kembali dan berjalan dengan baik,” kata Direktur OOG Ruddy Bagindo.
Ruddy berharap PT Pertamina bisa menggelar dialog. Sehingga kerja sama bisa dirajut kembali. Mengingat banyak pekerjaan sudah dilakukan antara OOG dan Pertamina selama ini.
“Kami masih menunggu tanggapan dari Pertamina, jadi kami tidak ingin berandai-andai. Kami masih punya harapan bahwa Pertamina memberikan tanggapan yang positif,” pungkas Ruddy. (*/ak/kpg)







