SANGATTA – Pemerintah Kutim kembali melakukan pertemuan guna membahas kelangkaan Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram, Senin (19/6). Pertemuan dilaksanakan di Ruang Damar, Gedung Serbaguna, Bukit Pelangi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selaku leading sektor pada kesempatan ini melibatkan Polres Kutim mengundang seluruh agen dan penyalur gas LPG yang ada di daerah ini untuk melakukan sosialisasi.
Koordinasi kali ini merupakan tindak lanjut hasil rapat, Kamis (15/6) lalu. Sayangnya dari 107 pemilik pangkalan yang diundang oleh Disperindag, ternyata hanya 28 pangkalan Gas LPG yang hadir.
“Kami dari pemerintah daerah mengharapkan kepada para pelaku usaha penyalur LPG 3 Kg untuk benar-benar melakukan distribusinya dengan cara terbaik,” tegas Kepala Disperindag Kutim Edward Azran saat membuka pertemuan.
Dia menjelaskan sudah menjadi kebiasaan di Negara Indonesia, menjelang puasa dan hari raya besar ada beberapa hal yang menjadi persoalan. Khususnya terkait harga serta kelangkaan barang-barang pokok. Saat ini Kutim tengah menghadapi persoalan kelangkaan LPG.
Disperindag kali ini sengaja mengundang pangkalan penyalur LPG untuk menyosialisasikan sekaligus memberikan pengarahan. Selain itu, untuk mengontrol harga dan distribusi LPG, Edward menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan sidak.
Pada rapat sebelumnya, disampaikan oleh Edward bahwa kebutuhan LPG di Kutim sekitar 3 juta tabung. Namun kenyataannya yang di distribusikan hanya 2,6 juta pada 2016. Untuk menutupi kekurangan dilakukan penambahan distribusi dari Samarinda, Bontang dan sekitarnya.
Muhajir mewakili PT Pertamina Rayon II wilayah Kaltim mengatakan terdapat beberapa titik rawan berpotensi menjadi tempat melakukan kecurangaan. Pertama Filling atau tempat pengisisan gas ke dalam tabung, kedua agen, ketiga pangkalan atau sub agen LPG.
“Masyarakat yang berhak untuk menggunakan LPG 3 Kg adalah masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 1,5 juta perbulan dan usaha mikro dengan hasil penjualan paling banyak Rp 300 juta pertahun. Ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM, Nomor 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG,” jelasnya.
Muhajir menambahkan bahwa untuk 2017 terhitung dari Januari-Juni 2017 secara total penyaluran LPJ 3 Kg mengalami peningkatan sebesar 1.313.746 tabung atau sebesar 106 persen dibanding 2016, di periode yang sama.
Untuk persiapan khusus menghadapi Lebaran Idul Fitri 1438 H Pertamina Rayon II Wilayah Kaltim akan menyalurkan 236,026 tabung. Artinya mengalami peningkatan 8 persen dibanding alokasi normal yakni 218,920 tabung untuk di Kutim. (hms11/drh)







