Pasokan Terbatas, Terhambat Kondisi Jalan
KARANGAN – Kondisi jalan yang rusak parah, benar-benar menjadi masalah bagi warga di Kecamatan Karangan. Pasalnya, selain tingginya harga kebutuhan pokok, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) pun kini terpaksa harus dijatah. Mengingat pasokan yang diterima sangat terbatas.
Ilham (36) warga Desa Karangan Ilir mengatakan, untuk dapat membeli BBM jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) warga hanya diberi jatah dua hari. Itu pun, setelah pasokan ada, Premium yang dapat dibeli hanya 20 liter untuk mobil dan Rp 20 ribu untuk sepeda motor.
“Jadi setelah jatahnya cukup, mobil atau motor yang sudah mengisi BBM di SPBU tidak bisa membeli lagi. Karena plat kendaraannya sudah dicatat sama putugasnya,” ucap Ilham.
Sementara setelah dua hari berikutnya, lanjut dia, giliran pasokan BBM jenis Solar yang dilayani. Sama seperti Premium, dalam setiap pembeliannya juga dibatasi.
“Yah begitu lah pak disini (Karangan, Red.), semuanya sulit. Makanya kami harap pemerintah jangan hanya fokus membangun di ibukota, tapi juga perhatikan wilayah pedalaman,” harapnya.
Sementara, Iqbal (27) mengatakan, memang meski pasokan BBM di Karangan di jatah, namun tidak terjadi kelangkaan. Warga masih dapat dengan mudah membeli di pengecer. Namun harga jualnya cukup tinggi. Antara Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu perliter untuk Premium. Sementara harga jual di SPBU hanya Rp 6,500 perliter.
“Jadi jauh sekali perbedaannya. Yah kalau bisa kami minta pemerintah upayakan pasokannya ditambah,” kata Ilham.
Terpisah, petugas jaga SPBU yang enggan dikorankan namanya mengaku, pihaknya kini hanya mendapat pasokan BBM yang dijatah untuk dua hari sebanyak 10 ribu liter. Mengingat kondisi jalan yang buruk membuat truk tangki yang membawa BBM kesulitan melintas.
“Yah, memang dibatasi mas. Karena stoknya juga terbatas. Maklum saja, kondisi jalannya susah dilalui. Apalagi kalau lagi hujan seperti sekarang,” tuturnya. (aj)







