• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Perekaman Biometrik Haji Dimulai Hari Ini, Satu CJH Hanya Butuh 10 Menit

by M Zulfikar Akbar
11 Maret 2019, 16:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (idn times)

Ilustrasi. (idn times)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Proses perekaman biometrik calon jamaah haji (CJH) Indonesia resmi dimulai hari ini (11/3). CJH yang telah mengantongi dokumen bukti pengurusan visa bisa datang ke lokasi-lokasi perekaman yang tersebar di 31 provinsi se-Indonesia.

Kepala Biro Humas Kemenag Mastuki mengungkapkan, jika tidak ada kendala teknis seperti sambungan internet dan peralatan, seharusnya proses perekaman data bisa berlangsung paling tidak 5 hingga 10 menit per jamaah. ”Kami harapkan kalau lebih cepat maka lebih banyak CJH yang terlayani,” kata Mastuki pada Jawa Pos kemarin (10/3).

CJH yang ingin melakukan perekaman, kata Mastuki, cukup membawa dokumen-dokumen sebagai tanda bukti pengurusan visa. Dokumen-dokumen yang dibutuhkan, kata Mastuki, sudah disosialisasikan kepada CJH melalui ketua-ketua KBIH.

Urutan perekaman dilakukan secara bebas. Tidak mengikuti nomor kloter atau urutan data CJH di embarkasi tertentu. Mastuki mengatakan, CJH dari kloter berapapun bisa datang kapan saja dan akan langsung dilayani. ”Kalau dulu kan perekaman di embarkasi atau debarkasi. Jadi berurutan sesuai kloter. Kalau sekarang bebas, yang datang ya dilayani,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemenag Kesulitan Kelola Aset Pemkab 

Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh CJH. Perekaman biometrik akan berlangsung layaknya perekaman e-KTP. Pengambilan data di antaranya adalah rekam sidik 10 jari. Kemudian pemindaian retina mata.

Saat ini tersedia 31 titik perekaman di masing-masing provinsi. Namun, kata Mastuki, pihak Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel sudah melakukan penambahan di beberapa daerah dengan kepadatan CJH tinggi. Seperti di Solo, Cirebon, dan Jogjakarta. ”Penambahan sesuai kepadatan CJH. Ada yang nambah jadi 3, ada yang 5, ada juga yang nambah jadi 8 titik,” jelasnya.

Beberapa provinsi memang belum memiliki tempat perekaman. Seperti Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Utara. Kemenag sampai saat ini masih memikirkan opsi terbaik untuk beberapa daerah ini. Mastuki menegaskan, perekaman untuk CJH di provinsi-provinsi di atas tidak bisa dilakukan hari ini. Kemenag belum menentukan kapan bisa dilakukan. Sejauh ini opsi yang dimiliki adalah menggunakan perekaman berjalan (mobile). “Besok insyaallah mudah-mudahan sudah ada solusinya,” katanya.

Baca Juga:  “Bersama Jadi Duta Penebar Kedamaian”

Mastuki menegaskan, Kemenag memiliki target agar setidaknya berdiri 120 titik perekaman biometrik di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dianggap ideal dengan proporsi CJH. Mastuki menyebut, Kemenag memberikan kesempatan pada VFS Tasheel untuk melakukan uji coba dan secara bertahap memperbaiki sistem perekaman agar bisa melayani CJH dengan lebih baik. Pihak Tasheel sendiri, kata Mastuki, berkomitmen untuk membuka kantor di perwakilan di seluruh provinsi agar bisa beroperasi secara efisien.

Kantor-kantor tersebut selain melayani perekaman biometrik untuk CJH, juga akan melakukan perekaman untuk penerbitan visa umrah dan kunjungan lain. ”Jadi setelah musim haji bisa tetap berfungsi,” jelasnya. Kemenag masih akan memantau proses perekaman hari ini dan melakukan evaluasi. Pada prinsipnya, kata Mastuki, pemerintah menginginkan agar proses perekaman tidak menyusahkan CJH, baik dari segi perjalanan dan ongkos. Pihak pelaksana wajib menfasilitasi CJH sebaik mungkin. ”Ada dua hal yang kami dorong pada pihak pelaksana, yakni penambahan titik perekaman di daerah-daerah yang padat jamaah, kemudian memperhatikan kebutuhan di daerah-daerah kepulauan,” imbuhnya. (tau/oni/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: biometrikhajikemenag
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Divonis 47 Tahun, Malah Jotos Pengacara

Next Post

Daerah Ini Paling Banyak Pelanggaran ASN Tak Netral

Related Posts

Seorang Jamaah Haji Asal Kutai Timur Meninggal di Tanah Suci
Kaltim

Seorang Jamaah Haji Asal Kutai Timur Meninggal di Tanah Suci

25 Mei 2025, 15:51
Bakal Hadapi Cuaca hingga 40 Derajat, Berikut Tips Agar Kesehatan Jemaah Haji Terjaga Selama di Mekkah
Nasional

Bakal Hadapi Cuaca hingga 40 Derajat, Berikut Tips Agar Kesehatan Jemaah Haji Terjaga Selama di Mekkah

14 Mei 2024, 15:00
Ongkos Haji Diprediksi Naik hingga 30 Persen
Nasional

Ongkos Haji Diprediksi Naik hingga 30 Persen

20 Desember 2022, 10:00
Antrean Haji Makin Panjang karena Kuota Dipangkas, Terlama 97 Tahun
Nasional

Antrean Haji Makin Panjang karena Kuota Dipangkas, Terlama 97 Tahun

16 Juni 2022, 17:30
Biaya Haji Rp 39,8 Juta, Kuota 2022 Diprediksi 110.500 Orang
Bontang

Kuota Calon Jemaah Haji Bontang Bertambah Jadi 69 Orang

19 Mei 2022, 09:44
Daftar Haji Cukup lewat Aplikasi
Nasional

Ini Fasilitas yang Berhak Didapatkan Jemaah Haji 2022

10 Mei 2022, 14:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.