• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Peringati Hari Perempuan Internasional, FJB Gelar Nobar Film dan Diskusi

by Fitri Wahyuningsih
9 Maret 2021, 10:06
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Nobar dan diskusi di Hari Perempuan Internasional, dilaksanakan FJB di Kedai Kopi Jalan KS Tubun.

Nobar dan diskusi di Hari Perempuan Internasional, dilaksanakan FJB di Kedai Kopi Jalan KS Tubun.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Nonton bareng dan diskusi (nobardis) film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menandai perayaan Hari Perempuan Internasional (IWD) 2021 di Bontang, Kaltim. Nobardis yang dimotori Forum Jurnalis Bontang (FJB) ini dihelat sederhana di Kedai Kopi Balada, Jalan KS Tubun, Tanjung Laut, Bontang Selatan, Senin (8/3/2021) malam.

Pemilihan film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak bukan tanpa alasan. Film yang mengusung genre thriller ini dipilih panitia lantaran dinilai cukup menggambarkan bagaimana tindak represi terhadap perempuan masih kental di Indonesia.

Perempuan masih diperlakukan sebagai objek pemuas seksual laki-laki. Diperlakukan laiknya barang, yang bisa dimiliki, dan diatur sesuka hati. Pun tak punya daya untuk melawan lantaran tekanan budaya patriarki.

Hal ini tergambar dari adegan-adegan ritmis yang tertuang dalam film karya Mouly Surya ini. Misalnya ketika secara sepihak para laki-laki di film ini, yang jumlahnya 7 orang, merasa berhak berbuat tak senonoh terhadap Marina tanpa persetujuan. Ketika Marlina menolak, salah seorang dari laki-laki itu malah bilang “Kau adalah perempuan paling berbahagia malam ini.”

Baca Juga:  Lapas Bontang Gandeng Media, Informasikan Program Pembinaan ke Warga

“Walaupun penggambaran di film ini kental betul soal kekerasan seksual terhadap perempuan. Tapi pesan yang ingin kami sampaikan melalui pemutaran film ini sebenarnya sederhana. Kami mau mengajak masyarakat untuk menghentikan semua jenis kekerasan seksual berbasis gender,” beber koordinator kegiatan Sulaiman.

Nobardis ini sebagian besar diikuti anggota FJB. Namun ada juga perwakilan organisasi mahasiswa, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta pengunjung Kopi Balada.

Usai pemutaran film, dilanjut diskusi yang dipandu dosen program studi Pembangunan Sosial, Universitas Mulawarman Sri Murlianti.

Sebelum memantik jalannya diskusi, Sri Murlianti kembali menekankan, di beberapa wilayah di Indonesia, represi berbasis gender masih sangat kuat. Itu membudaya, membuat pelaku merasa tindakannya tidak salah. Sementara korban tidak tahu apa mesti diperbuat. Untuk bicara saja sulit, apalagi melawan atau mencari perlindungan hukum.

Baca Juga:  Bukber dengan Insan Pers, Dandim Eko Pristiono Ajak Beri Edukasi ke Masyarakat

“Patriarki itu jenis kelamin sosial, bukan biologis. Karena sudah demikian mapan, jadi agak sulit memang untuk melawan apalagi membongkarnya,” kata Sri di hadapan audiens.

Secara ringkas dia menyebut, budaya patriarki ialah sistem yang menempatkan laki-laki dan perempuan dalam oposisi biner. Laki-laki posisi superior, memiliki kekuatan untuk menindas, dapat memiliki. Sementara perempuan di sisi sebaliknya, inferior, tidak punya kuasa, tidak mampu melawan, dan dapat dimiliki laiknya barang.

Dengan posisi mapan budaya patriarki, maka untuk menghentikan kekerasan seksual berbasis gender, khususnya kepada perempuan memang bukan perkara mudah. Untuk mengantikannya, ujar Sri, harus dimulai dengan membicarakan, mendiskusikan, menyuarakannya. Agar para pelaku sadar bila tindakan tersebut salah dan harus diubah. Karena budaya adalah sesuatu yang turun temurun, dibutuhkan proses panjang untuk membongkarnya. Disuarakan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran baru. Dari kesadaran itu diharapkan timbul aksi nyata untuk menghentikan kekerasan seksual berbasis gender.

Baca Juga:  Forum Jurnalis Bontang Berbagi Keceriaan di Panti Asuhan Nurul Hidayah Loktuan

“Saya kira acara seperti ini bagus sekali. Untuk menghadirkan kesadaran baru, kita memang harus sering-sering menyuarakannya,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: forum jurnalis bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemprov Kaltim Minta Warga Waspadai Penipuan Pengadaan Lahan IKN

Next Post

Kasus Penyalahgunaan Dana Bergulir KJKS, Potensi Tersangka Baru Terbuka Lebar

Related Posts

Turnamen Efootball dan Domino Meriahkan Liga Ramadan Forum Jurnalis Bontang 2026
Bontang

Turnamen Efootball dan Domino Meriahkan Liga Ramadan Forum Jurnalis Bontang 2026

14 Maret 2026, 11:07
Aksi Maling di Sekretariat Forum Jurnalis Bontang Terekam CCTV, Diduga Naik Motor Plat Merah
Bontang

Aksi Maling di Sekretariat Forum Jurnalis Bontang Terekam CCTV, Diduga Naik Motor Plat Merah

23 Januari 2026, 08:20
FJB Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Daarul Aitam, Santuni Anak Yatim dan Berikan Bantuan
Bontang

FJB Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Daarul Aitam, Santuni Anak Yatim dan Berikan Bantuan

25 Maret 2025, 09:22
Tahun Ini FJB Bakal Gelar Fesmed dan UKJ
Bontang

Tahun Ini FJB Bakal Gelar Fesmed dan UKJ

16 Januari 2024, 12:06
Berbagi Keceriaan Bersama Yatim dan Duafa, FJB Sambangi Panti Asuhan Al-Haq
Bontang

Berbagi Keceriaan Bersama Yatim dan Duafa, FJB Sambangi Panti Asuhan Al-Haq

17 April 2023, 11:30
Resmi Dikukuhkan, Merawat Kebersamaan Jadi Spirit Pengurus Baru FJB
Bontang

Resmi Dikukuhkan, Merawat Kebersamaan Jadi Spirit Pengurus Baru FJB

13 Maret 2023, 11:54

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.