• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pernah Alami Hal Mistis, Rangkap Profesi Buruh Bangunan

by M Zulfikar Akbar
10 September 2018, 10:44
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Pernah Alami Hal Mistis, Rangkap Profesi Buruh Bangunan

Pernah Alami Hal Mistis, Rangkap Profesi Buruh Bangunan

Share on FacebookShare on Twitter

Nasib pengrajin patung berbahan baku semen dan pasir, di Bumi Etam, Desa Sangatta Utara kini kian merosot. Kerajinan yang pernah berjaya pada masa 1980an ini semakin sepi peminat. Kondisi itu diperparah dengan perkembangan zaman.

—–LELA RATU SIMI, Sangatta——

Salah seorang pengrajin patung, Wayan (44) mengatakan, saat ini peminat hasil kerajinannya kian menurun. Pria kelahiran Bali itu, mengaku sangat jarang menerima pesanan. Sehingga dirinya harus merangkap profesi menjadi buruh bangunan.

“Saya bikin patung sudah hobi dari 25 tahun yang lalu. Tapi jarang ada yang beli, paling kalau ada pesanan baru buat,” ungkapnya saat disambangi belum lama ini.

Dia mengawali karirnya sejak menetap di Bali, sesaat akan mengabdikan diri di Kutim. Pengrajin ukir ini mengaku kerap kesulitan dalam pembuatan, yakni anatomi yang ditampilkan teramat menyulitkan, ukiran yang harus sesuai dengan sejarahnya hingga sulit untuk memasarkannya.

“Sebenarnya susah-susah gampang. Tapi dengan belajar, saya bisa buat patung apapun. Yang susah itu menjualnya,” tuturnya.

Mendasar dari hobi itu, sekira Rp 2 juta merupakan modal yang dikeluarkan untuk pembuatan satu patung berukuran sekira 2,5 meter. Sehingga kadang, dirinya menjual dengan kisaran Rp 3 juta. “Kalau dicat warna ya bayar lagi. Sekarang saja minim peminat, kalau naikan harga, saya rasa tidak bakal laku,” jelasnya.

Ia menceritakan sejumlah pengalaman yang telah dilalui. Saat Wayan akan membuat salah satu patung di Kecamatan Long Mesangat, ia tertimpa sakit yang tak diketahui asal-usulnya. Menurut anggapan orang banyak, dirinya telah pembuat patung yang menyeramkan, sehingga mengalami kejadian mistis.

“Dokter bilang saya sehat saja, padahal sakit. Tapi tidak tahu kenapa. Bilang orang pintar, saya salah mengukir rupa patung, sehingga dikenai penyakit. Lalu saya diajak meminta maaf di kawasan itu, baru bisa sembuh,” paparnya.

Menurutnya, pembuat patung sekadar membuat saja sangat banyak. Yang langka itu, pengrajin yang berkarya, mampu memahami karakter patung apa yang akan dibuat, sehingga mudah menyelesaikannya.

“Rata-rata patung besar saya bisa selesaikan selama seminggu, tapi jarang yang menghayati, ya kadang banyak juga yang asal buat tanpa persembahan,” katanya. (*/la)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkab Tolak Pungut Pajak Miras

Next Post

Aktivitas Jemaah Haji Bontang Jelang Kepulangan

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.