BONTANGPOST.ID, Bontang – Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) menyiapkan aksi demonstrasi ke kantor PLN di Jalan MT Haryono, Kamis (17/9/2026). Aksi tersebut digelar untuk menuntut kejelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di Bontang.
Ketua PHM Udin Mulyono, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga setelah pemadaman listrik terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
PHM menargetkan sekitar 500 warga ikut dalam aksi tersebut. Untuk mengajak masyarakat bergabung, pihaknya bahkan menggunakan mobil pengeras suara yang berkeliling menyampaikan ajakan demonstrasi.
“Estimasi 500 orang ada itu. Kami akan blokade jalan agar PLN memenuhi permintaan warga,” ujar Udin melalui sambungan telepon.
Udin menyebut tuntutan utama warga ialah transparansi PLN mengenai kondisi kelistrikan serta kepastian agar pemadaman bergilir tidak terus berulang.
Meski demikian, ia memastikan aksi yang direncanakan tetap berlangsung damai. PHM mengaku tidak menyiapkan tindakan anarkis selama penyampaian aspirasi.
“Besok kami aksi damai. Tidak ada anarkis. Bakar ban pun tidak. Kami cuma mau sampaikan aspirasi,” tuturnya.
Sebagai informasi, pemadaman listrik bergilir telah berlangsung di Bontang dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi karena pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Mahakam belum optimal, menyusul gangguan dan pemeliharaan sejumlah pembangkit.
Empat pembangkit yang sebelumnya disebut PLN mengalami gangguan maupun pemeliharaan yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.
Bontang ikut terdampak karena masuk dalam sistem interkoneksi tersebut.
PLN sebelumnya menargetkan pembangkit kembali beroperasi secara bertahap hingga pekan keempat September 2026. (*)







