• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pupuk Kaltim

PKT Jawab Tantangan Keterbatasan Lapangan Pekerjaan Penyandang Disabilitas Lewat Inbis Permata Bunda

by Redaksi Bontang Post
24 Juni 2022, 08:04
in Pupuk Kaltim
Reading Time: 4 mins read
0
Inbis Permata Bunda binaan Pupuk Kaltim kian berkembang, dan merangkul penyandang disabilitas di Bontang

Inbis Permata Bunda binaan Pupuk Kaltim kian berkembang, dan merangkul penyandang disabilitas di Bontang

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Akses penyandang disabilitas terhadap pekerjaan, nyatanya masih jauh dari kata mudah. Hal ini pun semakin sulit dengan adanya pandemi sejak 2020 lalu.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di tahun 2021 lalu mengungkapkan, setidaknya ada 17,74 juta orang penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang merupakan penyandang disabilitas. Namun dari jumlah tersebut, baru 7,8 juta orang saja yang masuk ke angkatan kerja.

Minimnya akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas ini, terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Data BPS di tahun yang sama juga menemukan bahwa berdasarkan wilayahnya, persentase pekerja disabilitas di perkotaan turun dari 0,24% menjadi 0,15%.

Di pedesaan, persentase pekerja disabilitas turun dari 0,34% menjadi 0,20%. Hal ini bukan hanya bagi kaum difabel yang memiliki keterbatasan pendidikan, lulusan dari SLB pun kerap masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Hal ini diungkapkan Siti Marlina, wanita berumur 34 tahun yang berasal dari Kota Bontang, Kalimantan Timur, pendiri Inkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda.  

Pendiri Inbis Permata Bunda Siti Marlina memaparkan, bagi para penyandang disabilitas, ada ketakutan terbesar setelah lulus SLB. Selain karena tidak memungkinkannya melanjutkan jenjang pendidikan, akses terhadap pekerjaan yang mampu dilakukan secara profesional oleh mereka pun masih terbatas.

Baca Juga:  Rayakan HUT Ke-48, Pupuk Kaltim Salurkan Rp410 Juta untuk Bantuan Sosial

Bukan karena mereka tidak mampu, tetapi minimnya kesempatan bagi mereka.

“Ironisnya, hal ini kerap terjadi di kota-kota besar Indonesia, terlebih lagi di kota kecil di Kalimantan seperti Bontang ini,” ujarnya.   

Siti, yang hidup dekat dengan kelompok penyandang disabilitas sejak kecil, karena kedua orang tuanya adalah pengajar SLB, memiliki kesadaran tinggi bahwa penyandang disabilitas pada hakikatnya mampu berdaya dan berkarya setara dengan orang pada umumnya.

Berbekal pengalaman di bidang pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Siti bersama suami menginisiasi program Inkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Dalam prosesnya, mereka juga mengajak Sekolah Luar Biasa (SLB) di kota Bontang untuk turut berpartisipasi.

“Khusus siswa SLB yang tidak dapat melanjutkan pendidikan akademis, kami melihat ada potensi untuk membimbing dan melatih mereka dengan fokus pada life skill, yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan mereka masing-masing,” sebutnya. 

Hingga saat ini, Inbis telah memberdayakan 54 orang penyandang disabilitas dari tuna netra, tuna daksa, tuna grahita, teman tuli, hingga penyandang autis dari berbagai daerah.” tambah Siti.

Baca Juga:  Jelang Idul Fitri 1447 H, Pupuk Kaltim Kembali Gelar Mudik Gratis Lewat Jalur Darat

Inbis Pertama Bunda bukan hanya sebagai wadah pengaplikasian keterampilan para siswa SLB dan alumni SLB kota Bontang, tetapi juga tempat mencari nafkah bagi mereka yang telah berhasil dilatih, menjadi pemagang dan karyawan dalam beberapa lini usaha yang dijalankan bersama.

Saat ini, Inbis Permata Bunda memiliki tiga lini usaha, yakni sablon, kuliner, dan sayuran. “Pada awal pandemi usaha sablon kami sempat terganggu, para penyandang disabilitas ini lah yang menguatkan kami untuk terus berinovasi,” katanya.

Inbis Permata Bunda binaan Pupuk Kaltim kian berkembang, dan merangkul penyandang disabilitas di Bontang

Sesaat sebelum bulan Ramadan 2020, Inbis pun meluncurkan bisnis kuliner bernama Abkulinary yang fokus pada kue kering dan kue premium yang tiap prosesnya dijalankan oleh penyandang disabilitas.

Karyawan pertama Inbis Permata Bunda adalah Rizky Erfanda, laki-laki berusia 26 tahun penyandang tuli dan merupakan tulang punggung keluarga. Rizky fokus mengurus bisnis sablon dalam naungan Inbis Permata Bunda yang berhasil membawanya mengantongi uang hingga Rp 5 sampai Rp 6 juta per bulannya.

Beragam keterampilan Rizky kuasai, di antaranya menyablon baju, memasang wallpaper, hingga membuat kue kering.

“Kelebihan dari teman-teman penyandang disabilitas adalah daya juang mereka yang luar biasa, fisik yang kuat, dan pantang menyerah,” ujar Siti.

Baca Juga:  Raih Tiga Penghargaan, Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat Tertinggi TOP CSR Awards 2026

Berlokasi di Kampung Aren Berdaya Ramah Disabilitas yang menjunjung kehidupan bermasyarakat yang inklusif dengan hidup berdampingan bersama para penyandang disabilitas, Inbis Permata Bunda merupakan salah satu Sustainable Entrepreneurship Program for Disability dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang telah dibina sejak 2016 hingga tahun 2021. Saat ini Inbis Permata Bunda memasuki fase exit strategy karena dinilai mampu untuk mandiri.

Isu pekerjaan bagi penyandang disabilitas memang menjadi perhatian, baik oleh Pemerintah dan perusahaan anak BUMN seperti PKT, yang memang memiliki peran sebagai agen pembangunan.

“Kami melihat para penyandang disabilitas memiliki potensi untuk berdaya dan bekerja secara profesional, yang tentunya perlu didukung oleh lingkungan yang produktif dan menitikberatkan pada kohesivitas atau persaudaraan yang baik antara masyarakat dan para penyandang disabilitas,” ungkap Sekretaris Korporasi PKT Teguh Ismartono. 

Untuk itu, PKT mendorong terciptanya pemberdayaan dan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas dengan memastikan tercukupinya fasilitas yang memadai serta pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan anak didik Inbis Permata Bunda.

“Terlebih lagi, kami memastikan para penyandang disabilitas dapat merasa nyaman, aman, dan setara dengan menghadirkan lingkungan yang ramah disabilitas,” ujarnya. (*) 

Tags: PKTpupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Barang Milik Daerah

Next Post

Konsisten Dukung Pencapaian SDGs, PT KNI Raih 3 Penghargaan Ajang CSR dan PDB Awards 2022

Related Posts

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.