• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pupuk Kaltim

PKT Olah 650 Kilogram Limbah Plastik jadi Bahan Aspal Jalan

by Redaksi Bontang Post
28 April 2022, 16:30
in Pupuk Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
PKT olah limbah plastik menjadi bahan aspal beton ramah lingkungan

PKT olah limbah plastik menjadi bahan aspal beton ramah lingkungan

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pengolahan limbah plastik, menjadi tanggung jawab bagi pelaku industri dan rumah tangga dalam upaya melestarikan lingkungan. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), sebagai perusahaan produsen pupuk dan petrokimia, turut menjawab tantangan ini melalui beragam upaya pengelolaan limbah dari proses produksi, sebagai komitmen perusahaan di bidang Environmental, Social, dan Governance (ESG).

Salah satu langkah perusahaan dalam bidang pengelolaan limbah padat adalah terobosan inovasi PKT dalam pengolahan limbah plastik PET (Polyethylene terephthalate) yang dibuat menjadi bahan aspal beton ramah lingkungan atau yang dinamai Green Asphalt.

Masih dalam momentum peringatan Hari Bumi, Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengatakan ingin memperkenalkan inovasi pengelolaan limbah Green Asphalt sebagai salah satu upaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang telah dikembangkan sejak 2020. “Inovasi ini kami terus kembangkan untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah plastik PET yang terdiri dari kemasan-kemasan bahan baku dan produk perusahaan, agar dapat memiliki nilai guna tambah,” jelasnya.

Salah satunya, adalah alih fungsi limbah plastik sebagai bahan campuran untuk infrastruktur jalan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran perusahaan dalam sustainable mobility, di mana Green Asphalt menjadi solusi produk sipil ramah lingkungan yang turut meningkatkan kualitas infrastruktur jalan untuk sarana transportasi penghubung.

Baca Juga:  Demplot PKT Tingkatkan Hasil Jagung Banjarbaru Kalsel hingga 63 Persen

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut total sampah nasional pada 2021 mencapai 68,5 juta ton dengan 17% atau sekitar 11,6 juta ton merupakan sampah plastik. Sebagai jenis limbah yang membutuhkan waktu puluhan hingga ribuan tahun untuk terurai, limbah plastik kerap menjadi fokus utama dalam berbagai upaya pengolahan limbah, karena dianggap memiliki berbagai dampak negatif mulai dari pencemaran lingkungan,
kesehatan, hingga membuat tanah tidak subur.

PKT olah limbah plastik menjadi bahan aspal beton ramah lingkungan

Inovasi Green Asphalt bertujuan untuk mengolah limbah plastik PET agar dapat digunakan sebagai campuran penguat aspal beton untuk infrastruktur jalanan. Dalam prosesnya, limbah plastik PET bekas dari bungkus material produk maupun kemasan bahan baku produksi pupuk PKT akan dikumpulkan dan diproduksi melalui proses Asphalt Mixing Plant (AMP).

Limbah plastik disortir berdasarkan jenisnya, kemudian dilebur menggunakan mesin. Kemudian limbah plastik dicampur dengan bahan agregat (campuran) yang telah dipanaskan sampai suhu tertentu. Proses pencampuran limbah PET dengan agregat ini menggunakan acuan komposisi material yang telah melalui tahap pengujian laboratorium dengan komposisi sebesar 6%. Campuran limbah plastik tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan pengisi rongga campuran lapisan aspal beton. Campuran aspal dengan PET pun telah diuji dapat meningkatkan nilai stabilitas aspal beton dari yang semula hanya berkisar 660 kg menjadi rata-rata 1.560 kg dan persentase Void in Mix (rongga dalam campuran beton) dari yang semula 5,78% turun menjadi rata-rata 4,43% atau menjadi semakin padat.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Bekali Wawasan dan Motivasi kepada Karyawan  

Hasilnya, inovasi ini dapat menjawab dua tantangan sekaligus, tidak hanya pencemaran limbah plastik yang dapat diminimalisir, tapi juga menurunnya intensitas pemeliharaan jalan dikarenakan kualitas aspal beton yang semakin baik. Tercatat, sejak awal program diinisiasi di 2020 hingga bulan Juni 2021, PKT telah berhasil mereduksi sekitar 650 kilogram sampah plastik menjadi bahan campuran Green Asphalt yang telah digunakan di beberapa sarana dan
prasarana jalan di area PKT di antaranya area perumahan dan jalan industri.

Inovasi yang dilakukan oleh PKT ini juga sejalan dengan visi Kementerian LHK mengenai peta penanganan sampah melalui daur ulang dan pemanfaatan kembali dengan prinsip ekonomi sirkular. Dalam proses pengolahan Green Asphalt, PKT turut berkolaborasi bersama rekanan kerja perusahaan. Beberapa pihak yang turut dilibatkan dalam pengembangan di antaranya PT Wijaya Karya Pratama sebagai pelaksana proyek yang berlokasi di Bontang Utara, dan Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda untuk melakukan serangkaian pengujian yang diperlukan untuk implementasi program tersebut.

Baca Juga:  Tindak Lanjut Pendampingan Lahan Persawahan, Pupuk Kaltim Edukasi Petani Nyerakat Kiri Pola Pemupukan Berimbang

“Green Asphalt saat ini sudah dalam tahap aplikasi berkelanjutan pada perbaikan jalan yang berada di kawasan PKT dan terus dilakukan observasi, namun jika nantinya teknologinya terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin praktik ini dapat diterapkan secara massal di berbagai industri sebagai alternatif dalam metode pembangunan infrastruktur jalan. Kami optimis dan berharap bahwa dengan inovasi ini, PKT siap menjadi pelopor dalam pengolahan limbah plastik
sebagai komoditas yang memiliki daya guna tambahan dalam prinsip ekonomi sirkular,” tutup Rahmad. (*)

Tags: PKTpupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pasokan dan Harga Bahan Pangan di Bontang Dipastikan Aman hingga Lebaran

Next Post

Tiga Mahasiswi Fakultas Kehutanan Unmul Diduga Alami Pelecehan Seksual

Related Posts

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03
Delapan Tim Berebut Tiket Semifinal PKT Cup 2026, Ini Jadwalnya
Pupuk Kaltim

Delapan Tim Berebut Tiket Semifinal PKT Cup 2026, Ini Jadwalnya

8 Oktober 2026, 12:09

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.