BONTANGPOST.ID, Bontang – Pengerjaan trotoar di Jalan Awang Long, Bontang, mendapat perhatian setelah sejumlah pohon terlihat berada di area yang telah dicor. Kondisi tersebut kemudian diminta untuk diperbaiki agar tetap tersedia ruang bagi air meresap ke tanah.
Pantauan Bontang Post, Sabtu (3/10/2026), beberapa pohon berada di tengah bagian trotoar yang sudah dikerjakan. Area tanah di sekitar batang pohon tampak tertutup material beton sehingga belum tersedia ruang terbuka untuk resapan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan keberadaan pohon perlu menjadi bagian yang diperhatikan dalam pembangunan trotoar. Menurutnya, area terbuka di sekitar pohon tetap diperlukan agar kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi.
“Kalau yang ramah lingkungan sebetulnya harus ada ruang untuk resapan airnya,” ujar Neni saat diwawancarai.
Ia menyebut akar pohon masih dapat tumbuh ke bawah, tetapi kondisi di permukaan juga perlu disesuaikan agar pohon tetap memperoleh air.
“Harusnya memang di sini ada sekitar ini untuk disiram. Ada resapannya,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Neni meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melakukan penyesuaian pada bagian trotoar yang berada di sekitar pohon.
“Diinstruksikan PUPR untuk buat,” ucapnya.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang Edi Suprapto menjelaskan, pekerjaan trotoar di lokasi tersebut belum sepenuhnya selesai. Bagian yang menutup area pohon nantinya akan dibongkar untuk dibuatkan ruang tanah.
“Itu belum selesai, Mas. Nanti akan dibongkar dan diberikan space tanah. Sudah kami minta kontraktornya,” kata Edi.
Pekerjaan perbaikan drainase dan trotoar tersebut dilakukan di dua titik dengan nilai kontrak sekitar Rp4,6 miliar. Salah satu titik berada di Jalan Awang Long.
Khusus pekerjaan di Jalan Awang Long, anggaran yang disiapkan sekitar Rp2 miliar. Pekerjaan mencakup pembangunan saluran pembuangan serta jalur pedestrian atau trotoar. (*)






