BONTANG – Perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) Kaltim tinggal dua bulan lagi. Namun beberapa pengurus cabang olahraga (cabor) mengaku kehilangan arah, karena belum mendapat konfirmasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporpar) Bontang. Salah satunya Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bontang yang saat ini masih menunggu informasi dari OPD terkait sehubungan dengan proses seleksi.
“Sampai saat ini Disporapar belum ada koordinasi dengan kami. Terkait kapan dilaksanakan dan teknisnya juga blum disampaikan,” kata Ketua PBVSI Bontang Yusri, Rabu (11/7) kemarin.
Biasanya untuk popprov proses seleksi atlet melibatkan sekolah. Bahkan pelatihnya pun biasanya diambil juga dari salah satu sekolah. Pencarian atletnya pun mengacu kepada fisik dan skill para pelajar. “Atlet bagus otomatis pasti dipilih,” ujarnya.
Beberapa atlet yang berstatus pelajar telah berlatih bersama pengurus PBVSI. Namun statusnya mereka juga masuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim. “Ada sebagian yang berlatih, tetapi kami tidak tahu batasan umur yang dipakai saat popprov,” ulasnya.
Ia berharap dalam waktu dekat Disporapar menemui pengurus cabor untuk membicarakan masalah ini. Tujuannya agar proses persiapan dapat dikebut dan menghasilkan prestasi bagi Kota Bontang. “Bahan yang dibicarakan tentunya apakah menyerahkan kepada kami sepenuhnya atau sebagian hal saja,” tuturnya.
Senada, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Bontang juga mengaku belum mendapat kabar terkait popprov. Ketua PODSI Ardiansyah belum dapat memastikan apakah nantinya kontingen Bontang mengirimkan atletnya untuk berlaga di cabor dayung.
“Belum ada masuk informasi dari dinas. Sebatas selentingan dari kabar yang beredar, kami mendengar diserahkan ke cabor, tetapi secara resmi belum,” kata Ardiansyah.
Menurut dia, biasanya proses seleksi melalui sekolah. Banyak pelajar yang sekarang juga ikut berlatih bersama pengurus PODSI. Akan tetapi PODSI lebih fokus kepada pembinaan atlet porprov.
Dijelaskan Ardiansyah, proses persiapan untuk cabor dayung membutuhkan waktu yang panjang. Minimal atlet perlu digodok selama empat bulan. Pasalnya atlet harus menguasai secara benar teknik mendayung. “Perlu pembinaan jangka panjang. Mendayungnya tidak lama tetapi belajar keseimbangan ini yang butuh waktu,” pungkasnya. (ak)







