SANGATTA – Keberadaan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Kenyamukan Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara tampaknya tidak bermanfaat sedikitpun bagi nelayan di Kutai Timur (Kutim). Pasalnya, PPI garapan provinsi tersebut, tak juga difungsikan hingga saat ini, padahal sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu.
PPI yang berada tepat di bibir muara laut Kenyamukan tersebut memang bukan milik Kabupaten. Akan tetapi, masih berada di atas kendali pemerintahan Provinsi. Ditambah, terbitnya kebijakan baru Undang-Undang 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Dearah. Hal ini mendambah daftar dipangkasnya kewenangan kabupaten untuk mengelola di sektor kelautan. “Sampai sekarang belum berfungsi,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim, Nur Ali.
Seharusnya, jika PPI tersebut merupakan hak penuh bagi Kabupaten, nelayan bisa memanfaatkannya sebagai wadah berkumpul dan dijadikan sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Akan tetapi, karena dibatasi oleh aturan, maka tak sedikit nelayan melakukan pembongkaran ikan di luar dari PPI tersebut. “Mereka melakukan pembongkaran di rumah masing-masing. Bahkan, ada juga di bongkar di laut secara langsung. Meskipun itu tidak dibenarkan,” katanya.
Karena dianggap sia-sia, maka pihaknya akan melakukan komunikasi aktif dengan pihak provinsi agar PPI tersebut bisa dimanfaatkan para nelayan Kutim pada tahun 2017 ini. Sehingga, semua nelayan memiliki wadah dan tidak berpencar dalam melakukan pembongkaran ikan.
“Aset memang punya Provinsi, tetapi digunakan sama Kabupaten. Mudahan saja direstui. Sudah ada gambaran dan kami optimis. Jadi kami akan aktifkan PPI dan Insya Allah, 2017 ini bisa beroperasi,” katanya.
Sementara itu, Asri, salah seorang nelayan Kenyamukan, juga berharap agar PPI segera difungsikan. Sehingga, semua nelayan bisa berkumpul dan menjual hasil tangkapan di PPI secara langsung. Tidak hanya itu, dirinya juga meminta kepada pemerintah untuk memperindah PPI yang ada saat ini. Mulai dari jalan, hingga bangunannya.
“Tidak lain, selain kami memiliki tempat, juga berharap Kenyamukan menjadi pusat perikanan di Kutim. Jika demikian, maka Kenyamukan akan ramai dan menjadi tempat wisata andalan bagi warga Kutim itu sendiri,” katanya. (dy)






