BONTANGPOST.ID, Bontang – Harapan warga Bontang untuk kembali mendapat hujan belum terwujud. Prediksi cuaca yang sebelumnya menunjukkan potensi hujan berubah menjadi berawan hingga cerah pada Sabtu (5/9/2026).
Berdasarkan informasi cuaca BMKG pada Jumat (4/9/2026), hujan sempat diprediksi turun di Bontang sekitar pukul 14.00 Wita. Namun, pada pembaruan berikutnya, prediksi untuk Sabtu siang berubah menjadi berawan.
Informasi cuaca BMKG pada Sabtu menunjukkan kondisi pagi cerah, siang cerah berawan, sore cerah, dan malam berawan. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 25 hingga 30 derajat Celsius.
Pantauan Bontang Post di sejumlah wilayah pada Sabtu sore, langit Bontang sempat terlihat mendung dan angin bertiup cukup kencang sekitar pukul 16.00 Wita.
Kondisi tersebut sempat memunculkan harapan warga akan turunnya hujan. Namun, sekitar pukul 17.00 Wita langit kembali berangsur cerah tanpa disertai hujan.
Samsul, warga Tanjung Laut RT 33, Jalan Mangga, mengaku sempat berharap mendung yang muncul menjadi pertanda hujan turun. Ia bahkan telah menyiapkan wadah untuk menampung air hujan.
“Tapi sore tadi ternyata tidak jadi, pupus harapan nampung air,” ungkapnya.
Kota Bontang belum diguyur hujan sejak Juli 2026. Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, ratusan warga bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar salat istisqa di Lapangan Bessai Berinta, Sabtu (5/9/2026).
Salat istisqa digelar sebagai salah satu ikhtiar masyarakat untuk memohon turunnya hujan sekaligus menghadapi kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan kondisi kemarau tidak hanya terjadi di Bontang, tetapi juga dirasakan sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
Menurutnya, selain ikhtiar secara spiritual melalui salat istisqa, pemerintah dan masyarakat perlu melakukan langkah nyata untuk menjaga ketersediaan air serta mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Pagi ini kita melakukan dua ikhtiar sekaligus. Ikhtiar secara lahiriah dengan menjaga lingkungan, menghemat air dan mencegah kebakaran,” ujar Neni. (*)







