• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Produksi Cabai Bontang di 2016 Turun Drastis 

by BontangPost
14 Januari 2017, 12:59
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

2016, Hasil Tanam Cabai Rawit Lebih Tinggi Daripada Cabai Besar

BONTANG – Tahun 2016 lalu, jumlah produksi komoditas cabai rawit atau cabai kecil di Bontang masih lebih besar daripada produksi cabai besar. Hal ini berdasarkan rilis data Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP).

Dalam setahun, produksi cabai besar sebanyak 376 kuintal atau 37,6 Ton. Sedangkan produksi cabai rawit (cabai kecil) mencapai 418 kuintal atau setara dengan 41,8 Ton.

Dinas yang sebelumnya bernama Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian itu membagi hasil produksinya menjadi tiga bagian, sesuai dengan jumlah kecamatan. Jika dilihat dari kedua jenis cabai, wilayah Bontang Selatan menempati produksi tertinggi, disusul Bontang Barat dan Bontang Utara.

Baca Juga:  Jawa Pos Dukung Jambore Generasi Hijau di Bontang, UNICEF Juga Ikut Digandeng 

Kasi Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Debora Kristiani menerangkan, produksi ini dihasilkan dari tujuh kelompok tani cabai di tiga kecamatan tersebut. Diantaranya Kelompok Tani Sukses Bersama, Kelompok Tani KWT Bontang Kuala, Kelompok Tani Sumber Usaha, Kelompok Tani Mario Santana, Kelompok Tani Sejahtera, Kelompok Tani Tepat Guna, dan Kelompok Tani Putri Satu.

“Kalau untuk seluruh kelompok tani di Bontang, totalnya ada 43. Namun yang fokus pembibitan cabai hanya tujuh kelompok saja,” ujar Debora kepada Bontang Post Jumat (13/1) kemarin.

Jika dibandingkan dua tahun sebelumnya, produksi kedua komoditi ini mengalami penurunan cukup drastis. Di tahun 2014, produksi cabe besar mencapai 57 ton, dan di 2015 naik menjadi 81 ton. Sedangkan cabe rawit, di tahun 2014 mencapai 59 ton, ditahun berikutnya naik 70 ton.

Baca Juga:  Hebat!!! ‘Sulap’ Tumpukan Sampah Jadi Taman 

Debora mengaku, turunnya produksi  di 2016 lalu bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya cuaca yang buruk, terserang hama, hingga kualitas bibit yang memang jelek. Akibat dari turunnya produksi ini, ikut berdampak pula pada harga cabai yang ada di pasar.

“Apalagi jika ditambah pasokan dari luar kota yang juga sedikit. Tentu akan sangat berdampak pada harga cabai di pasar,” terangnya.

Kedepan kata Debora, pihaknya kan terus memaksimalkan pembinaan kepada kelompok tani yang ada, sehingga dapat membantu menaikkan kembali produksi komoditi cabai ini.

“Kami dalam melakukan pembinaan, hanya mengharap dana bantuan dari provinsi dan pusat saja. Karena kalau untuk dana dari APBD kami tidak ada dana,” tandasnya. (bbg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangcabai
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gara-Gara Ponsel Terjatuh, Layanan RSUD Bontang Tersendat

Next Post

Lagi, Sofyan-Rusmadi Tiga Besar

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.