bontangpost.id – Pengerjaan pelebaran parit dan trotoar di Jalan Ahmad Yani terus dikebut oleh kontraktor pemenang tender. Saat ini terdapat dua grup yang bertugas. Satu grup menyisir dari arah UD Tani hingga BPR Dhanarta. Sisanya memulai pekerjaan dari simpang empat Bontang Baru hingga depan Wish Bakery.
Akan tetapi pengaturan ini dirasa belum cukup oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK). Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurdin mengatakan pihaknya telah memanggil kontraktor dan konsultan. “Ini untuk mengejar progres penyelesaian pengerjaan,” kata Anwar.
Ia pun belum bisa menjelaskan berapa angka progres pengerjaan saat ini. Mengingat penghitungan harus cermat. Baik yang disampaikan oleh kontraktor maupun pihak lainnya. Tetapi dipastikan angkanya masih belum mencapai 40 persen.
Pasalnya berdasarkan grafik naiknya pasti perlaha-lahan. Sebab bobot progres pengerjaan itu tidak ada yang besar. “Beda kalau itu pengaspalan. Karena ketika aspal langsung naiknya drastis. Progres ini kan mengacu terkait pengadaan material,” ucapnya.
Sejatinya Dinas PUPRK mengusulkan satu grup tambahan. Akan tetapi pihak kontraktor justru siap dengan dua grup anyar. Sehingga pembagian nantinya ialah grup tambahan baru bekerja di depan X-Toys ke arah SMP Tunas Inti. Satunya lagi menyasar depan Klinik Pegawai ke arah simpang tiga Jalan Patimura.
“Jadi seperti itu nanti gambarannya,” tutur dia.
Ia juga belum bisa merincikan berapa jumlah tenaga kerja tiap grup. Tetapi dengan penambahan grup ini dipastikan jumlah tenaga kerja yang bertugas juga meningkat. Selain penambahan itu, Dinas PUPRK juga mengusulkan untuk penambahan jam kerja. Hingga 00.00 Wita.
Namun rencana ini masih harus dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Mengingat saat ini izin pengerjaan hanya sampai sore hari. Koordinasi ini diperlukan terkait dengan kenyamanan pengendara saat melintas di ruas jalan tersebut. Sebab akibat pengerjaan maka setengah jalur terpakai untuk pengoperasian alat berat.
“Jadi nanti nambah SDM otomatis alat berat dan pompa juga harus disiapkan lebih banyak. Jangan sampai ada tenaga kerja tetapi penunjang pengerjaan tidak ada,” sebutnya.
Jika diizinkan oleh Polres Bontang maka pengerjaan akan menambah durasi kerja. Termasuk sosialisasi dengan kelurahan terlebih dahulu. Terkait persetujuan pemilik usaha di ruas jalan itu. “Sehubungan akses sebenarnya kami inginnya bongkar langsung. Tetapi karena ini wilayah perdagangan maka disisakan sedikit trotoar untuk akses. Nanti jika sisi lainnya kelar akan balik,” terangnya.
Diketahui pengerjaan ini dikucur anggaran sebesar Rp 17 miliar. Saat ini lebar parit sekira 80 sentimeter dengan ketinggan tidak sampai satu meter. Ke depan infrastruktur ini akan berubah menjadi lebar dua meter dan ketinggian 1,5 meter. Dengan konsep itu maka volue air yang dapat ditampung mencapai 2.000 kubik. Hitungan ini masih untuk pengerjaan satu sisi trotoar. Proyek akan rampung pada Desember mendatang. Dikerjakan oleh PT Pubagot Jaya Abadi. Perusahaan ini berasal dari Jakarta Timur.
“Dengan penambahan grup ini maka optimistis bisa rampung sebelum kontrak habis,” pungkasnya. (ak)


