BONTANG – Pembangunan Pasar Rawa Indah membutuhkan anggaran sebesar Rp 103 miliar dengan sistem multi years. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (Dinas PU-PRK) Bontang menganggarkan sebesar Rp 20 miliar, tetapi keuangan daerah hanya sanggup sebesar Rp 2 miliar. Saat ini, anggaran untuk melanjutkan pembangunan Pasar Rawa Indah masih proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PU-PRK Bontang Tavip Nugroho. Dikatakan dia, mengingat tahun ini hanya sisa 2 bulan saja, yang baru bisa dilakukan hanya proses lelang. Targetnya pun, lelang selesai dengan cepat dan langsung tanda tangan kontrak oleh pemenang. “Tetapi harus langsung bekerja, hanya saja tandatangan kontraknya harus selesai di tahun anggaran 2017 ini,” jelas Tavip di Pendopo Rujab Wali Kota, Selasa (31/10) kemarin.
Tavip menjelaskan, saat ini, dokumen penyelenggaraannya masih dikoreksi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP). Karena ada beberapa dokumen yang harus diperbaiki. Harapannya, di bulan Desember atau sebelum berakhirnya tahun anggaran 2017 lelang tersebut sudah naik kontrak. “Karena kalau tidak ada pemenangnya dan belum tandatangan kontrak, maka anggaran senilai Rp 2 miliar akan hangus di tahun 2017,” ungkapnya.
Sebelumnya, Tavip menyebutkan bahwa skema pembangunan Pasar Rawa Indah itu selama 4 tahun anggaran. Tahun pertama dianggarkan Rp 30 miliar, hingga tahun ketiga, barulah di tahun keempat dianggarkan sisanya yakni senilai Rp 13 miliar. Karena, untuk melanjutkan pembangunan Pasar rawa Indah ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 103 miliar. “Tadinya, di tahun pertama kami anggarkan Rp 30 miliar itu sebesar uang muka dari Rp 103 miliar, tetapi ternyata turun drastis karena adanya rasionalisasi anggaran di masing-masing OPD,” bebernya.
“Jadi itu hanya harapan kami, namun semua kembali ke kondisi keuangan daerah,” sambungnya.
Tavip hanya bisa berharap mendapatkan kontraktor yang bonafit atau yang memiliki anggaran besar sehingga mampu membangun terlebih dahulu. Karena pemerintah akan membayarnya selama 4 tahun hingga tahun 2021. “Mudah-mudahan tetap ada peminatnya yakni kontraktor besar yang punya anggaran dan siap membiayai pembangunan dengan pembayaran yang bertahap selama 4 tahun,” harap dia.
Dari data LPSE Bontang, lelang manajemen konstruksi pembangunan Pasar Rawa Indah senilai Rp 2,1 miliar sudah selesai dilelang. Tetapi, karena Dinas PU-PRK Bontang menggandeng tim LKPP, maka ada beberapa dokumen yang harus diselesaikan.(mga)







