• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Proyek “Tol Langit” Diresmikan, Internet Jangkau Seluruh Indonesia di Akhir 2020

by M Zulfikar Akbar
15 Oktober 2019, 16:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Peta proyek Palapa Ring. (Kominfo)

Peta proyek Palapa Ring. (Kominfo)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA  – Proyek “tol langit” melalui Palapa Ring berhasil dituntaskan setelah selesainya pembangunan di wilayah timur Indonesia. Kemarin (14/10), Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian proyek yang digarap sejak 2015 tersebut di Istana Negara, Jakarta.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau seluruh kabupaten di Indonesia. Keberadaannya diharapkan akan merangsang perusahaan telekomunikasi membuka layanan ke daerah-daerah tertinggal. Sebab, mereka tak perlu membangun infrastruktur dasar jaringan dari nol yang membutuhkan investasi besar.

Presiden Joko Widodo mengatakan, kebutuhan jaringan internet sudah tidak bisa ditawar. Sebab, dunia sudah berubah dari era analog ke era digital. Namun sayangnya, belum semua daerah memiliki aksesnya. Untuk itu, Palapa Ring dibangun untuk pemerataan akses internet.

“Pemerintah menyadari adanya ketimpangan yang tajam antar daerah dalam hal konektivitas digital,” ujarnya. Dengan adanya akses internet yang memadai, kepala negara berharap dapat memajukan pelayanan kesehatan dan pemerintahan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan menyusul terbukanya ekonomi digital.

“Untuk memperkuat perdagangan, kita menghubungkan produk-produk UMKM ke jaringan pasar nasional, bahkan pasar global,” tuturnya. Selain itu, telekomunikasi juga diharapkan dapat menyambungkan masyarakat satu daerah dengan daerah lainnya.

Meski demikian, ada juga tantangan yang perlu diantisipasi. Yakni potensi penyalahgunaan yang semakin luas. Mulai dari hoax, ujaran kebencian, hingga kejahatan Cyber.

Sementara itu, dalam peresmian kemarin, Jokowi melaksanakan video call dengan perwakilan di berbagai daerah. Mulai dari Merauke, Sorong, Rote, Penajam Paser Utara, dan Sabang. Dalam kesempatan itu, Presiden menanyakan kualitas sinyal internet di masing-masing daerah.

Hasilnya, keluhan disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Yoseph Nae Soi. Menurut Yoseph, sebagian wilayah NTT khususnya di bagian selatan kualitasnya belum stabil. “Jadi NTT itu singkatan dari nyalanya tidak tentu. Ada yang kuat, ada yang lemah pak,” ujarnya disambut tawa.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengakui jika Palapa Ring hanyalah infrastruktur dasar. Sementara untuk melancarkan jaringan internet, masih dibutuhkan Base Transceiver Station (BTS) oleh operator telekomunikasi. Mantan Walikota Solo itu menuturkan, pada tahun 2020 pemerintah akan membangun BTS bantuan sebanyak 4000 buah.

“Ini akan menjadi infrastruktur yang akan mempercepet internet kita,” tuturnya. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Palapa Ring Indonesia terbagi menjadi tiga kawasan. Yakni Palapa Barat, Palapa Tengah dan Palapa Timur. Semuanya digarap dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kewajiban pemerintah sendiri sebesar Rp 21,6 triliun.

Usai dibangunnya Palapa ring, pemerintah bersama operator akan membangun BTS. Targetnya, pada akhir tahun 2020 tahun depan, seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau sinyal internet.

“Tapi tentunya kalau di hutan ada desa, tak bisa seluruh hutannya terjangkau, tapi kalau yang ada masyarakatnya itu bisa dikejar pakai sinyal seluler maupun akses internet,” tuturnya. (far/prokal)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: akses internetpalapa ringtol langit
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Disurvei, Inilah Kinerja Menteri Paling Memuaskan

Next Post

Katak Pinokio Spesies Baru Ditemukan di Belantara Kalimantan

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.