• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Katak Pinokio Spesies Baru Ditemukan di Belantara Kalimantan

by M Zulfikar Akbar
15 Oktober 2019, 17:00
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies baru Katak tanduk di Kalimantan yang dinamakan diberi nama Megophrys kalimantanensis. (LIPI)

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies baru Katak tanduk di Kalimantan yang dinamakan diberi nama Megophrys kalimantanensis. (LIPI)

Share on FacebookShare on Twitter

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan spesies katak jenis baru di Kalimantan. Katak tanduk yang merupakan penemuan spesies baru di Kalimantan itu dinilai sangat mirip dengan katak tanduk pinokio (Megophrys nasuta) yang tersebar luas mulai dari Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Katak Jenis baru ini memiliki tanduk (dermal accessory) pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek jika dibandingkan dengan katak tanduk pinokio. Juga sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap

“Jenis baru ini dikoleksi dari ekspedisi yang dilakukan di pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, juga di Bario, Sarawak dan pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia,” jelas peneliti bidang herpetologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy. Seperti dilansir dari Betahita, penemuan jenis baru ini dipublikasikan di jurnal Zootaxa vol. 4679

Baca Juga:  Jokowi Resmi Pilih Kalimantan Jadi Lokasi Ibu Kota Baru

Secara akustik, suara individu jantan dari jenis baru ini memiliki variasi yang lebih banyak dan lebih panjang jika dibandingkan dengan katak-tanduk pinokio.

“Berdasarkan hasil analisis dari tiga metode pendekatan tersebut kami menyimpulkan bahwa jenis tersebut merupakan jenis baru dan kemudian diberi nama Megophrys kalimantanensis,” kata Amir.

Peneliti LIPI juga berhasil menemukan tiga spesies baru kodok wayang dari hutan dataran tinggi Sumatera. Sigalegalephrynus gayoluesensis dari Gayo Lues, Aceh dan Sigalegalephrynus burnitelongensis dari gunung Burni Telong, Aceh yang ditemukan di daerah utara Sumatera, sedangkan Sigalegalephrynus harveyi berasal dari gunung Dempo, Sumatera Selatan.

”Genus Sigalegalephrynus memiliki lebih banyak spesies endemik dibandingkan genus kodok lainnya di Indonesia,” ujar Irvan Sidik dari Pusat Penelitian Biologi LIPI seperti dikutip Sumeks.co (Jawa Pos Group), Selasa (15/10).

Baca Juga:  Penurapan Bantaran SKM Segmen I Cuma 300 Meter

Hasil analisis filogenetik mengindikasikan terdapat perbedaan taksonomi antara kodok di dataran tinggi utara dan selatan.

“Hasil identifikasi karateristik morfologis, genetik dan akustik dari ketiga spesies baru tersebut berbeda dengan dua spesies genus Sigalegalephrynus sebelumnya yaitu Sigalegalephrynus mandailinguensis, dari gunung Sorikmarapi, Sumatera Utara dan Sigalegalephrynus minangkabauensis dari gunung Kunyit, Jambi,” ujar Irvan. Penemuan jenis baru ini dipublikasikan di jurnal Zootaxa vol. 4679.(jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kalimantankatak pinokio
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Proyek “Tol Langit” Diresmikan, Internet Jangkau Seluruh Indonesia di Akhir 2020

Next Post

Gunung Merapi Erupsi, Magelang Hujan Abu

Related Posts

Kaltim Kandidat Terkuat Ibu Kota
Nasional

Jokowi Resmi Pilih Kalimantan Jadi Lokasi Ibu Kota Baru

30 Juli 2019, 09:37
“Kalau Ditawar, Biarkan Kami ke Malaysia”
Breaking News

“Kalau Ditawar, Biarkan Kami ke Malaysia”

18 Januari 2018, 09:00
Penurapan Bantaran SKM Segmen I Cuma 300 Meter
Kaltim

Penurapan Bantaran SKM Segmen I Cuma 300 Meter

27 Februari 2017, 19:46
Wacana Tugu Kuntilanak Ditolak, Kenapa Ya?
Breaking News

Wacana Tugu Kuntilanak Ditolak, Kenapa Ya?

20 Januari 2017, 11:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.