Komitmen Pupuk Kaltim dalam menjaga Lingkungan Laut Kota Bontang
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sangat konsen terhadap ekosistem laut. Perusahaan menyadari bahwa Kota Bontang merupakan wilayah yang terdiri dari 70 persen perairan. Namun, dalam menjaga dan mengelola perairan, masyarakat sendiri masih tergolong memiliki kesadaran yang rendah terhadap pelestarian ekosistem laut.
Dengan masih adanya oknum nelayan yang mengeksplorasi kekayaan laut menggunakan cara yang dilarang, seperti bom ikan, racun, dan jaring trawl, menjadi bukti minimnya kesadaran akan menjaga lingkungan, khususnya ekosistem laut. Sehingga, ekosistem laut khususnya yang ada di Kota Bontang tidak memiliki kualitas yang baik. Juga berdampak untuk masa depan.
Maka dari itu, Pupuk Kaltim melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), berkomitmen untuk menjaga lingkungan laut dengan menggandeng seluruh lapisan masyarakat Kota Bontang. Mulai dari dinas terkait hingga nelayan Kota Bontang melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi terkait pelestarian ekosistem laut.
Tujuan dari penyuluhan dan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman terkait dengan peraturan atau undang-undang yang mengatur tentang ekosistem laut. Memahami dampak buruk dari akibat eksplorasi kekayaan laut, salah satunya dengan bom ikan dan potas. Sebagai sarana untuk lebih mempererat persahabatan dan persaudaraan baik antara Pupuk Kaltim, pemerintah atau dinas, dan para nelayan sendiri.
Hadir pada kegiatan seminar ini GM Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid beserta Manajemen Pupuk Kaltim, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta para nelayan Kota Bontang dari nelayan Loktuan, Malahing, Tanjung Limau dan Tanjung Laut berjumlah sekitar 80 undangan. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada Senin (16/10) kemarin digelar di Gedung Sekaya Maritim, Tanjung Limau.
Nur Sahid dalam sambutannya mengatakan, 70 persen wilayah Bontang merupakan perairan, hal ini adalah sebuah potensi yang harus dimanfaatkan dan dikelola semaksimal mungkin. Melalui sosialisasi ini, Pupuk Kaltim menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat pesisir yang dilakukan oleh CSR Pupuk Kaltim. Pupuk Kaltim mengajak nelayan bergerak bersama menjaga kelestarian ekosistem laut.
Pembicara dalam seminar ini ialah Titin Lutfiana dari Pegiat Pelestarian Ekosistem Laut dari Surabaya, serta Letda Ronzi TNI AL Kota Bontang. “Saya ucapkan terima kasih kepada narasumber, Ibu Titin. Terima kasih atas kesediaan ibu menjadi pembicara dan berbagi pengetahuan pada acara sosialisasi ini,” ucapnya.
Pada kesempatan itu pula, Nur Sahid memohon doa serta dukungan Pemkot serta masyarakat Bontang agar pada saat ini dan masa mendatang, Pupuk Kaltim dapat beroperasi dengan baik dan lancar. Sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi kepada masyarakat buffer zone, masyarakat Bontang dan Bangsa Indonesia.
Ia juga berharap hubungan yang harmonis dan sinergis ini akan semakin baik dan meningkat, karena ke depan tantangan dan rintangan yang dihadapi Pupuk Kaltim dalam menjalankan amanah dari pemerintah akan semakin berat dan kompleks. (ra/adv)







