• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Puluhan Tahun Susah Air Bersih, Warga Sidrap Merasa “Dibunuh” Pelan-Pelan

by M Zulfikar Akbar
7 Februari 2019, 15:41
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SELAMA puluhan tahun warga di Kampung Sidrap di perbatasan Bontang-Kutai Timur (Kutim) kesulitan air bersih. Status lahan yang terus berpolemik membuat akses air bersih dari PDAM seperti hal yang mustahil bagi warga di tujuh RT Guntung, yang wilayahnya berada di Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutim tersebut.

Sebagaimana dikemukakan Ahmad Husein, Ketua RT 21 Guntung saat ditemui BontangPost.id. Kata dia, sejak kampung ini dirintis 1980 silam, fasilitas air bersih PDAM tak pernah dirasakan warga. Sehingga selama puluhan tahun sudah warga di RT-nya mengandalkan sumur air tanah sebagai sumber air bersih utama.

“Tapi yang punya sumur hanya beberapa saja yang punya. Ada yang punya, ada juga warga yang tidak memiliki,” tutur Husein.

Baca Juga:  Wali Kota Buka Puasa Bersama PDAM Tirta Taman, Apresiasi Kerja selama Ramadan 

Meskipun begitu, penggunaan air sumur juga tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan air bagi warga. Lantaran kerap kering ketika musim kemarau melanda. Dibeberkan Husein, saat kemarau panjang, air yang didapatkan dari sumur hanya bisa mencapai satu drum saja. Itu pun penggunaannya untuk dua rumah.

Selain air sumur, warga juga menggantungkan bantuan sambungan air bersih dari perusahaan Pupuk Kaltim. Khususnya bagi warga yang tidak memiliki sumur. Sumber air dari perusahaan ini terdapat di dua titik. Yang mesti diambil secara mandiri oleh warga yang membutuhkan secara bergiliran. Namun kualitas airnya dianggap tak layak untuk diminum.

“Tidak bisa diminum karena berbau lumpur. Hanya bisa untuk cuci dan mandi. Itu pun mesti diendapkan semalam kalau mau dipakai mandi. Karena kalau baru diambil, airnya berminyak. Tapi untung ada bantuan dari perusahaan. Kalau tidak ada kami ini mau bagaimana,” terangnya.

Baca Juga:  Kualitas Air Menurun, Najirah Warning PDAM

Sulitnya air bersih tersebut rupanya menjadi celah bagi pengusaha air bersih. Mereka menjual air bersih kepada warga dengan harga Rp 60 ribu per 1.200 liter. Harga ini tentu dianggap memberatkan warga. Namun lantaran kesulitan air bersih, mau tak mau warga pun terpaksa membelinya.

“Mahal di sini air yang dijual keliling itu. Yang untung pengusaha sementara warga susah,” sebut Husein.

Dikisahkan Husein, sejatinya warga telah mengusulkan pemasangan sambungan air bersih kepada PDAM Tirta Taman Bontang di 2014. Namun usulan tersebut jauh panggang dari api dan tak kunjung terealisasi. Kata Husein, pihak PDAM sempat berencana masuk membangun sambungan ke Sidrap pada 2016. Namun dilarang oleh pihak Kutim.

Baca Juga:  Ada Relokasi Jaringan Pipa, Distribusi Air ke wilayah Tanjung Laut Terganggu

“Susah daerah perbatasan ini. Yang satu mengklaim, yang satu memberi tidak berani juga. Dari Bontang mau memberi tapi wilayah orang, nanti melanggar aturan. Sementara Kutim tidak juga memberi,” urainya.

Karena itu Husein beserta 160-an kepala keluarga yang dipimpinnya sudah merasa jenuh dengan penantian air bersih dari PDAM selama ini. Ketidakjelasan ini menurutnya semakin membuat warga merana lantaran air bersih merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari. Dia bahkan mengibaratkan warga seolah sedang “dibunuh” pelan-pelan.

“Secara pelan-pelan kami ini mau dibunuh kali ya,” tutur pria yang aktivitas sehari-harinya berkebun ini. (luk)

Tags: air bersihpdamSidrap
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

2018, Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,67 Persen

Next Post

Batu Bara Topang Ekspor Kaltim

Related Posts

Kemarau Bikin Distribusi Air Bontang Bergilir, Perumda Tirta Taman Siapkan Bantuan Tangki
Bontang

Kemarau Bikin Distribusi Air Bontang Bergilir, Perumda Tirta Taman Siapkan Bantuan Tangki

12 September 2026, 19:13
Kemarau Panjang Tekan Debit Air Bontang, Warga Diminta Mulai Berhemat
Bontang

Kemarau Panjang Tekan Debit Air Bontang, Warga Diminta Mulai Berhemat

19 Agustus 2026, 09:30
WTP Guntung Bontang Dibersihkan Akhir Pekan Ini, Pasokan Air untuk 2.000 Pelanggan Dihentikan Sementara
Bontang

WTP Guntung Bontang Dibersihkan Akhir Pekan Ini, Pasokan Air untuk 2.000 Pelanggan Dihentikan Sementara

4 Juni 2026, 16:00
WTP Advent Mulai Uji Coba, Warga Bontang Barat Berpeluang Nikmati Air Mengalir 24 Jam
Bontang

WTP Advent Mulai Uji Coba, Warga Bontang Barat Berpeluang Nikmati Air Mengalir 24 Jam

8 Mei 2026, 09:00
Akhir Pekan Ini, Distribusi Air Bersih di 16 Wilayah Bontang Terhenti Sementara
Bontang

Akhir Pekan Ini, Distribusi Air Bersih di 16 Wilayah Bontang Terhenti Sementara

4 Februari 2026, 08:19
Perumda Naikkan Tarif Air di Bontang, Berikut Rinciannya
Bontang

Perumda Naikkan Tarif Air di Bontang, Berikut Rinciannya

23 Januari 2026, 13:22

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.