• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pupuk Kaltim

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

by Redaksi Bontang Post
14 Agustus 2026, 06:56
in Pupuk Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Peserta mengikuti pelatihan pengolahan limbah organik menjadi kompos dalam Program PAK TANI Pupuk Kaltim.

Peserta mengikuti pelatihan pengolahan limbah organik menjadi kompos dalam Program PAK TANI Pupuk Kaltim.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Mendorong penerapan pertanian produktif dan berkelanjutan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Program Peningkatan Kapasitas Petani (PAK TANI), mengajak petani dan kelompok masyarakat di Kota Bontang mengoptimalkan potensi limbah organik menjadi kompos berkualitas.

Kegiatan bertajuk “Olah Limbah, Jadi Kompos Lebih Mudah, Panen Berlimpah” ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur. Di antaranya anggota kelompok petani, petani milenial, Kelompok Wanita Tani, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Karang Taruna se-Kota Bontang.

Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Pupuk Kaltim, Sutrisna, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pemberdayaan masyarakat, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.

Para peserta dibekali pengetahuan terkait pemupukan berimbang, sekaligus praktik pengolahan limbah organik menjadi kompos dengan memanfaatkan Biodex, produk biodekomposer produksi Pupuk Kaltim yang berfungsi mempercepat proses penguraian bahan organik. Hal ini melihat potensi limbah organik di masyarakat yang cukup besar, baik dari aktivitas pertanian, peternakan, maupun limbah dapur SPPG.

Jika tidak dikelola dengan baik, bahan tersebut dapat menjadi residu yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Sebaliknya dengan pengelolaan yang tepat, limbah organik dapat diolah menjadi kompos yang memberi manfaat bagi sektor pertanian.

Baca Juga:  Tingkatkan Kepedulian Sosial, Safari Ramadan MTMY Baiturrahman Salurkan Rp799 Juta

“Pengetahuan inilah yang ingin kita dorong, agar masyarakat melihat limbah sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan bermanfaat bagi kesuburan tanah maupun tanaman,” ujar Sutrisna, saat mengawali kegiatan di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sutrisna, pertanian berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tapi juga memperhatikan efisiensi sumber daya dan kelestarian lingkungan. Salah satunya dapat dicapai melalui pemanfaatan kompos sebagai sumber daya yang memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian.

Hal ini juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, di mana material yang sebelumnya dianggap limbah dapat kembali dimanfaatkan dalam suatu siklus produksi. Pendekatan tersebut dinilai penting, untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

“Seiring perubahan cara pandang terhadap limbah organik, maka pemanfaatannya akan memperkuat pemberdayaan masyarakat serta menciptakan manfaat ekonomi maupun lingkungan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” terang Sutrisna.

Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memberi dampak berkelanjutan melalui pemberdayaan dengan lebih signifikan. Begitu pula dengan pengetahuan pada pelatihan ini, diharapkan dapat diterapkan peserta secara langsung, serta dibagikan bagi anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar untuk memperluas manfaat.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Perkuat Pendidikan Inklusi dan Kepedulian Lingkungan Bagi Siswa SLB YPK

“Yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Saat masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, maka mereka mampu mengelola potensi yang ada di lingkungannya sendiri. Ini yang akan membuat sebuah program menjadi berkelanjutan,” tambah Sutrisna.

Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim yang senantiasa mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya peningkatan kapasitas di sektor pertanian dan lingkungan. Pelatihan ini pun dinilai memiliki manfaat strategis, dalam mendorong masyarakat menekan persoalan limbah organik yang selama ini kerap berujung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Saudara-saudara sekalian tidak hanya bisa menerapkan ilmu untuk diri sendiri, tapi juga mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di kelompok tani serta wilayahnya masing-masing. Sasaran ini kami harap dapat tercapai dengan baik,” ungkap Akhmad Suharto.

Dirinya pun mendorong praktik pembuatan kompos dapat direplikasi secara mandiri oleh kelompok masyarakat, termasuk menjadikan pengolahan limbah sebagai kebiasaan sehari-hari. Kata dia, semakin banyak yang mampu mengolah limbah organik, maka potensi pengurangan volume limbah dapat lebih optimal dalam mendukung ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Pupuk Kaltim menggelar pelatihan pengolahan limbah organik menjadi kompos bagi petani dan kelompok masyarakat di Kota Bontang.

“Upaya ini juga memberi nilai tambah bagi masyarakat, karena bahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat kembali ke lahan dalam bentuk kompos, sehingga membantu menjaga kualitas tanah dalam budidaya pertanian,” lanjut Suharto.

Baca Juga:  Gagas Guntung Eco Culture Sport Tourism, Pupuk Kaltim Siapkan Sumber Daya Lewat Team Building Training

Salah satu peserta pelatihan, Anas Taneng, perwakilan Kelompok Tani Sabar Menanti, Kelurahan Bontang Lestari, menilai materi pada pelatihan ini relevan dengan kebutuhan petani di lapangan. Terlebih, pengelolaan limbah organik menjadi kompos merupakan alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar lahan pertanian.

“Pelatihan ini memberi tambahan ilmu bagi kami tentang bagaimana limbah organik diolah menjadi kompos menggunakan Biodex. Pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat untuk kami terapkan ke depannya,” kata Anas.

Lebih lanjut, Anas menjelaskan, dirinya bersama anggota kelompok tani mendapat gambaran lebih jelas mengenai proses pengolahan bahan organik hingga menjadi kompos yang siap digunakan. Terlebih sejumlah bahan organik di sekitar lingkungan pertanian selama ini belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal.

Anas pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan berkelanjutan, sehingga semakin banyak petani yang mendapat pengetahuan dan keterampilan baru. “Kami memastikan ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi untuk kami praktikkan di kelompok. Kalau berhasil, tentu bisa dikembangkan serta dibagikan ke petani lainnya,” pungkas Anas Taneng.(*)

Tags: PKTpupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Festival Literasi Bontang Tak Sekadar Baca Buku, Ada Seni hingga Wirausaha

Next Post

Gratispol Kaltim Terancam Hangus jika Mahasiswa Tak Lapor Diri hingga 30 September

Related Posts

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.