BONTANGPOST.ID, Bontang – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Rabu (14/10/2026), disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi untuk mendapatkan beras dan minyak goreng dengan harga lebih rendah dibandingkan pasaran.
Salah seorang warga Bontang Baru, Tia, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Harga bahan pokok yang lebih terjangkau dinilai dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Lumayan, Mas, beras sama minyaknya murah,” ujarnya.
Kepala Bidang Ketahanan dan Penanganan Pangan DKP3 Bontang Syawaluddin mengatakan, kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama pemerintah dengan Perum Bulog dan Bank Indonesia.
Panitia menyediakan 4,5 ton beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras dijual Rp60 ribu per kemasan lima kilogram, sedangkan harga di pasaran berkisar Rp65 ribu.
Selain beras, tersedia 500 liter Minyakita dengan harga Rp15.500 per liter. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang mencapai Rp16 ribu per liter.
Menurut Syawaluddin, harga jual yang lebih murah didukung subsidi biaya transportasi dari pemerintah. Melalui program ini, masyarakat diharapkan bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu mengendalikan inflasi.
“Upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi,” terangnya.
GPM di TPI Tanjung Limau menjadi pelaksanaan ketiga sepanjang 2026. Masyarakat yang ingin berbelanja tidak dikenakan persyaratan khusus maupun pembatasan jumlah pembelian. Warga cukup mengambil nomor antrean untuk mendapatkan bahan pokok yang tersedia.
Meski demikian, penjualan hanya berlangsung selama satu hari. Kegiatan akan berakhir setelah persediaan beras dan minyak goreng habis.
“Beras dan minyak habis, kita sudahi acara,” pungkasnya. (*)

