• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Reshuffle Kabinet Jokowi: Antara Evaluasi dan Kepentingan Politik 2024

by Redaksi Bontang Post
15 Juni 2022, 14:31
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Pakar menyoroti ada urgensi kepentingan politik dan evaluasi kinerja kabinet yang membuat Jokowi melakukan reshuffle kabinet kali ini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Pakar menyoroti ada urgensi kepentingan politik dan evaluasi kinerja kabinet yang membuat Jokowi melakukan reshuffle kabinet kali ini. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Presiden Joko Widodo dikabarkan bakal melantik dua menteri dan tiga wakil menteri dalam perombakan atau reshuffle kabinet pada Rabu (15/6/2022) ini.

Adapun dua orang yang disebutkan bakal dilantik sebagai menteri yaitu Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan.

Analis politik dari Exposit Strategic Arif Susanto melihat ada sejumlah kebutuhan bagi Jokowi untuk melakukan reshuffle saat ini. Pertama, kebutuhan subjektif kekuasaan yaitu memberi kursi kepada PAN yang baru menjadi mitra koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kebutuhan subjektif kekuasaan, karena kan PAN bergabung dalam koalisi dan tentu saja sebagai timbal baliknya seperti kita paham Jokowi itu ‘akomodasionis’,” ujar Arif kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Rabu.

Alasan kedua yaitu untuk kepentingan politik 2024. Menurutnya Jokowi mengumpulkan amunisi jelang 2024. “Lalu di sisi lain ada kebutuhan, dari sisi kekuasaan juga, dari mitra koalisi untuk bukan hanya secara simbolis menjadi bagian dari kekuasaan, tetapi juga untuk mengumpulkan amunisi menuju 2024,” imbuhnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga dan Reshuffle Para Menterinya

Menurut Arif, Jokowi mempunyai kebutuhan politik meski jabatannya sebagai presiden berakhir pada 2024. Saat ini, kebutuhan politik terbesar Jokowi adalah mempertahankan dan meningkatkan kinerja pemerintah yang ke depannya akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan publik.

Selain itu, dia berpendapat, Jokowi punya ambisi untuk menjadi ‘king maker’ dalam catur politik nasional.

“Bahwa Jokowi ingin juga tidak hanya mewariskan, tapi terlibat dalam pergulatan politik terutama untuk menentukan kepemimpinan nasional. Jokowi punya semacam ambisi untuk menjadi ‘king maker’,” ucap Arif.

Tingkat kepuasan publik juga menjadi alasan lain bagi Jokowi melakukan perombakan kabinet. Arif mengatakan saat ini merupakan momentum yang tepat melakukan perombakan kabinet karena kepercayaan publik mulai lahir kembali-setelah sebelumnya merosot imbas kasus minyak goreng.

“Sekarang tingkat kepuasan publik sudah reborn. Setelah awal tahun mencapai titik tertinggi, kemudian menurun terutama karena problem minyak goreng, tapi sekarang reborn. Ini menyediakan momentum politik yang belum tentu bisa diulangi pada masa-masa berikutnya,” tutur Arif.

Baca Juga:  Tepis Isu Reshufle, Ini Kata Presiden

“Saya mengatakan (reshuffle) now or never. Saya kira presiden juga harus berhitung mengenai masa jabatannya yang kira-kira tinggal setengah jalan,” katanya.

Hal senada dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. Ia menilai reshuffle kabinet saat ini terkait dengan kepentingan politik 2024 dan evaluasi kinerja menteri.

Dedi mengatakan PAN sebagai mitra baru pemerintah perlu mendapat tempat di kabinet.

“Urgensi reshuffle hari ini tentu urgensinya urgensi politik. Ada dua penanda, pertama ada PAN yang bergabung menjadi koalisi pemerintah. Tentu mereka harus mendapat tempat. Salah satu pengikat PAN sebagai mitra koalisi tentu adalah keanggotaannya di kabinet,” kata Dedi.

Sementara terkait evaluasi kinerja menteri, Dedi berpendapat hal tersebut semacam formalitas sebagai legitimasi bahwa pergantian menteri diperlukan untuk menunjang kinerja yang lebih baik.

“Menteri yang tersasar dalam konteks kinerja ini saya kira cukup banyak, misalnya saja Menteri Perdagangan Lutfi. Kenapa dia populer akhir-akhir ini karena dia yang paling dekat dengan momentum polemik skandal minyak goreng yang itu berimbas kepada tingkat kepercayaan terhadap pemerintah yang menurun drastis,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tepis Isu Reshufle, Ini Kata Presiden

Dedi berpendapat kepercayaan publik akan memberikan pengaruh terhadap keberlangsungan kekuasaan. Ia menyatakan jika kepercayaan publik menurun, maka akan berdampak negatif terhadap pemerintah dan begitu pula sebaliknya.

“Saya kira itulah urgensinya. Satu sisi urgensi politik, satu sisi ada momentum evaluasi,” kata Dedi.

Selain merombak menteri, Jokowi juga dikabarkan bakal melantik tiga orang sebagai wakil menteri. Mereka di antaranya adalah Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni menjadi Wakil Menteri ATR/BPN.

Lalu ada John Wempi Watipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) yang bakal mengisi kekosongan kursi Wamen usai reshuffle kabinet Jokowi. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: reshuffle
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Perluas Program Makmur, PKT Tanam Jagung 50 Hektare di Gorontalo

Next Post

Jokowi Resmi Lantik 5 Menteri dan Wakil Menteri Baru

Related Posts

Presiden Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga dan Reshuffle Para Menterinya
Nasional

Presiden Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga dan Reshuffle Para Menterinya

29 Juni 2020, 10:30
Tepis Isu Reshufle, Ini Kata Presiden
Breaking News

Tepis Isu Reshufle, Ini Kata Presiden

30 Desember 2016, 07:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.