BONTANGPOST.ID, Samarinda – Retakan pada dinding Flyover Air Hitam Samarinda atau Flyover Juanda, tepatnya di sisi depan SMK 2 Samarinda, menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir. Pemerintah memastikan retakan tersebut tidak berada pada struktur utama jalan layang.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Samarinda, Budy Santoso, menjelaskan bagian yang mengalami kerusakan hanya dinding penutup, bukan elemen konstruksi yang menopang kekuatan flyover.
“Kalau dipotong tidak akan mengurangi kapasitas flyover. Itu bukan bagian dari struktur,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menerangkan, dinding tersebut sebelumnya dipasang untuk menutup ruang terbuka di bawah flyover agar tidak dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak semestinya. Secara fungsi, area tersebut memang terbuka dan hanya ditambahkan dinding sebagai langkah pengamanan.
Sebagai penanganan, PUPR berencana membuka atau memotong bagian dinding yang retak, kemudian menutupnya kembali menggunakan material yang lebih ringan seperti bata ringan dengan tinggi sekitar 1,5 meter.
“Dinding hanya dilepas sementara lalu ditutup kembali menggunakan material ringan. Itu lebih ke pengamanan,” jelasnya.
PUPR juga memastikan proses perbaikan tidak akan mengganggu arus lalu lintas di atas flyover karena pekerjaan hanya menyasar dinding pembatas, bukan badan jalan maupun konstruksi utama.
Perbaikan direncanakan dilaksanakan setelah Lebaran. Pengerjaan diperkirakan berlangsung singkat, sekitar satu bulan, tanpa target waktu ketat karena tidak bersifat mendesak secara struktur.
Sementara itu, kondisi sisi flyover yang berada di depan kawasan UMKT disebut relatif stabil dan tidak ditemukan retakan serupa. (KP)

