• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ribuan Polisi Kepung dan Tangkap Warga Desa Wadas, ‘Alerta’ Menggema

by Redaksi Bontang Post
8 Februari 2022, 15:19
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Polisi berkeliaran di Desa Wadas, Purwerejo, Selasa (8/2/2022). (Instagram @wadas_melawan)

Polisi berkeliaran di Desa Wadas, Purwerejo, Selasa (8/2/2022). (Instagram @wadas_melawan)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menyebut ribuan aparat kepolisian masuk ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo hari ini, Selasa (8/2/2022).

“Ribuan aparat sudah masuk ke Wadas ada yang masuk pakai mobil, jalan kaki, bawa senjata lengkap,” kata Staf Divisi Kampanye dan Jaringan LBH Yogyakarta Dhanil Al Ghifary kepada CNNIndonesi.com.

Dhanil mengatakan ribuan aparat itu melakukan penyisiran desa (swiping) dan menurunkan banner protes penolakan tambang batu andesit. Selain itu, aparat juga mengejar beberapa warga Wadas.

Dhanil mengungkapkan, sebelum aparat kepolisian secara massif masuk ke Desa Wadas, ada warga yang ditangkap secara paksa di sebuah warung kopi (warkop). Ia menyebut penangkapan itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Tadi pagi ada satu warga yang ditangkap tanpa ada kejelasan terus dibawa ke Polsek. Itu warga ditangkap di warkop sekitar jam 7-an,” ucapnya.

Baca Juga:  TPN Ganjar-Mahfud Nyatakan Tolak Keputusan KPU Terkait Kemenangan Prabowo-Gibran

Ia mengatakan, LBH Yogyakarta saat ini tengah menuju lokasi untuk mendampingi warga Desa Wadas. “Sementara kami masih di jalan,” tuturnya.

Sementara itu YLBHI mengatakan internet di Wadas sempat down. Sehingga, warga warga kesulitan untuk mengabarkan kondisi di sana.

“Selain itu ribuan aparat sudah berkumpul di lapangan belakang Polsek Bener, bersenjata lengkap dengan tameng beserta anjing,” kata YLBHI dalam twitter @YayasanLBHIndonesia, Selasa (8/2/2022). CNNIndonesia.com sudah diizinkan mengutip.

Warga Desa Wadas Teriak Alerta

Warga Desa Wadas kemudian meneriakkan ‘Alerta’ atau alarm genting usai desanya dimasuki polisi. Alarm genting tersebut disuarakan lewat media sosial sejak Selasa dini hari.

Arofah, salah satu warga sekitar menyebut bila kedatangan ratusan polisi tersebut berkaitan dengan rencana penambangan batu andesit yang akan dipergunakan untuk proyek Bendungan Bener.

Baca Juga:  Ganjar Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Suap Lebih dari Rp100 Miliar

“Polisi masuk mulai masuk jam 9 pagi tadi, ada yang Brimob bersenjata, lewat jalan utama Kaliboto,” ujar Arofah.

Kedatangan polisi ini tentu saja kembali memunculkan traumatis warga yang pernah terlibat bentrok dengan aparat. Terlebih, pemberitahuan bila akan dilakukan pengukuran tanah disampaikan secara mendadak pada Selasa subuh.

“Warga itu trauma kalau ada Polisi, apalagi jumlah banyak ada yang bersenjata. Kita ada pemberitahuan itu subuh tadi, mendadak kan,” kata Arofah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membenarkan kegiatan pengukuran yang dilakukan di Desa Wadas. Oleh Ganjar, adanya Polisi yang datang tak lepas dari menjaga situasi kamtibmas agar semua berjalan aman dan kondusif. Ganjar pun meminta warga tidak menyikapi secara berlebihan.

Baca Juga:  PDIP Umumkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres

“Iya ada pengukuran, hanya pengukuran kok, tidak perlu ditakuti, tidak akan ada kekerasan,” ungkap Ganjar.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi pun mengonfirmasi kegiatan aparat di Wadas tersebut “Saya ikut di lapangan, di Wadas, memastikan tidak ada kekerasan. Prinsip kami melindungi masyarakat,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Diketahui, warga Wadas sudah melakukan penolakan terhadap penambangan batu andesit untuk proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener sejak 2016. Penolakan tersebut kerap mendapat tekanan dari aparat kepolisian.

Pada September 2019 misalnya, LBH Yogyakarta mengatakan saat itu warga juga dikepung oleh polisi dan 11 warga sempat ditangkap. (CNNIndonesia.com)

Source: CNNIndonesia.com
Tags: Desa WadasGanjar PranowoWadas Melawan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kilang Bontang Masih Masuk dalam RPJMN 2020-2024

Next Post

Setiap Kelurahan Dapat Jatah Rp 1 Miliar, Bontang Barat Fokus Penanganan Banjir

Related Posts

Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia, Medsos Ganjar ‘Dirujak’ Netizen
Nasional

Ganjar Deklarasi Oposisi, Ternyata Ini Alasannya

8 Mei 2024, 10:00
TPN Ganjar-Mahfud Nyatakan Tolak Keputusan KPU Terkait Kemenangan Prabowo-Gibran
Bontang

TPN Ganjar-Mahfud Nyatakan Tolak Keputusan KPU Terkait Kemenangan Prabowo-Gibran

22 Maret 2024, 10:00
Ganjar Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Suap Lebih dari Rp100 Miliar
Nasional

Ganjar Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Suap Lebih dari Rp100 Miliar

6 Maret 2024, 09:00
PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024
Nasional

PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

27 April 2023, 09:24
PDIP Umumkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres
Nasional

PDIP Umumkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres

21 April 2023, 15:22

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.