• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

TPN Ganjar-Mahfud Nyatakan Tolak Keputusan KPU Terkait Kemenangan Prabowo-Gibran

by Redaksi Bontang Post
22 Maret 2024, 10:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Deputi Bidang Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis bersama Dir Eksekutif Direktorat Informasi dan Juru Bicara TPN Ganjar Mahfud Tomi Aryanto dalam konferens

Deputi Bidang Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis bersama Dir Eksekutif Direktorat Informasi dan Juru Bicara TPN Ganjar Mahfud Tomi Aryanto dalam konferens

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost,id – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyatakan menolak hasil rekapitulasi suara nasional yang disahkan KPU RI, pada Rabu (20/3) kemarin. Alasan ini bukan tanpa dasar.

Deputi Hukum TPN Ganjar Mahfud, Todung Mulya Lubis menilai, Pemilu 2024 diwarnai dengan berbagai pelanggaran maupun kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM), baik yang terjadi sebelum maupun setelah hari pemungutan suara.
“Dalam pelaksanaannya harus dilakukan menurut Pasal 22E UUD 1945 yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Oleh karena itu, dalam menentukan hasil dari Pemilu 2024, tidak cukup hanya berfokus pada hasil pemungutan suara, melainkan harus juga mempertimbangkan secara menyeluruh kejadian, peristiwa, dan faktor yang dapat mempengaruhi hasil pemungutan suara dalam Pemilu 2024,” kata Todung di Jakarta, Kamis (21/3).
Todung menjelaskan, sebelum pemungutan suara, kecurangan telah terjadi yang dimulai dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan karpet merah untuk cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka, melalui
Putusan MKRI No. 90/PUU-XXI/2023.
“Putusan ini kemudian dinyatakan melanggar etika berat yang membuat hakim konstitusi Anwar Usman diberhentikan dari jabatan ketua Mahkamah Konstitusi. Putusan inilah yang melahirkan ‘nepotisme’ yang selanjutnya mengakibatkan berbagai penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) oleh Presiden Joko Widodo guna memenangkan paslon 02 dalam satu putaran,” ungkap Todung.
Berbagai kecurangan itu, lanjut Todung,  dimulai dari politisasi bantuan sosial, berbagai bentuk intimidasi dan kriminalisasi oleh aparat negara, hingga pemanfaatan Pj Kepala Daerah untuk pemenangan paslon 02.
Selain abuse of power tersebut, kata Todung, Pemilu 2024 juga diwarnai oleh berbagai pelanggaran prosedur, seperti penerimaan pendaftaran paslon 02 oleh KPU yang tidak memenuhi syarat dalam PKPU No. 19/2023. Dalam hal ini ketua KPU telah dijatuhi peringatan berat terakhir oleh DKPP.
“Peringatan yang sebetulnya telah diberikan beberapa kali. Alih-alih diberhentikan, ketua KPU masih tetap menjabat,” ujar Todung.
Sementara, pada saat pemungutan suara, terjadi berbagai pelanggaran prosedur Pemilu 2024. Dimulai dari ketidaksesuaian jadwal pemungutan suara, kekurangan surat suara, kurangnya sosialisasi di KPPS, hingga surat suara yang telah tercoblos.
“Setelah pemungutan suara, kita juga dihebohkan oleh aplikasi Sirekap yang menimbulkan berbagai kekacauan informasi hingga dugaan adanya algoritma yang sengaja dibuat untuk menguntungkan Paslon 02,” cetus Todung.
Atas dasar hal tersebut, TPN Ganjar-Mahfud ini menolak dengan tegas Keputusan
KPU No. 360 Tahun 2024 terkait Hasil Pemilihan Umum 2024 tanggal 20 Maret 2024. Dalam hal ini, pihaknya akan mengajukan pembatalan keputusan tersebut kepada Mahkamah Konstitusi (MK)
melalui permohonan perselisihan tentang hasil pemilihan umum.
“Kami akan meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk melakukan diskualifikasi terhadap Paslon 02 dan memerintahkan KPU untuk melakukan pemilihan umum ulang di seluruh Indonesia tanpa partisipasi Paslon 02,” tegasnya. (jawapos)
Baca Juga:  PDIP Umumkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres
Tags: Ganjar Mahfud MDGanjar Pranowo
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gugat Hasil Pemilu, THN Anies-Muhaimin Ingin Pemilu Ulang tanpa Gibran

Next Post

Tempat Biliar di Bontang Ditutup Paksa karena Lewat Jam Operasional

Related Posts

Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia, Medsos Ganjar ‘Dirujak’ Netizen
Nasional

Ganjar Deklarasi Oposisi, Ternyata Ini Alasannya

8 Mei 2024, 10:00
Ganjar Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Suap Lebih dari Rp100 Miliar
Nasional

Ganjar Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Suap Lebih dari Rp100 Miliar

6 Maret 2024, 09:00
Mahfud MD Resmi Jadi Bakal Cawapres Ganjar
Nasional

Mahfud MD Resmi Jadi Bakal Cawapres Ganjar

18 Oktober 2023, 12:05
PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024
Nasional

PPP Resmi Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

27 April 2023, 09:24
PDIP Umumkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres
Nasional

PDIP Umumkan Ganjar Pranowo Sebagai Capres

21 April 2023, 15:22
Ribuan Polisi Kepung dan Tangkap Warga Desa Wadas, ‘Alerta’ Menggema
Breaking News

Ribuan Polisi Kepung dan Tangkap Warga Desa Wadas, ‘Alerta’ Menggema

8 Februari 2022, 15:19

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.