SANGATTA – Di SDN 008 Sanggata Utara ada program belajar baca tulis Alquran. Kegiatan itu pertama kali diadakan di sekolah umum di Kutim. Rusini sebagai pencetusnya pun mendapat apresiasi dari Menteri Agama RI.
Penghargaan apresiasi pendidikan agama islam itu sibolis diberikan Bupati Ismunandar kepada Guru Agama Islam SDN 008 Sanggata Utara Rusini. Tepat dihalaman Kantor Kemenag Kutim, usai upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 72 di lingkungan Pemkab Kutim. Disaksikan Wabup Kasmidi Bulang, Kepala Kantor Kemenag Kutim Ambotang serta peserta apel, belum lama ini.
Gura Agama Islam Rusini mengaku ide program baca tulis Alquran muncul akibat kurangnya poris pendidikan agama di sekolah. Kemudian kurangnya minat para anak untuk mengaji di lingkungan rumahnya.
“Memang ada di lingkungan tempat mengaji, tapi dari 100 anak paling 50 yang kembali,” terangnya.
Guru kelahiran Padang Basar, Banjarmasin Kalimantan Selatan 21 April 1972 lalu itu juga menjelaskan, waktu pembelajaran baca tulis Alquran ini dimulai usai salat zuhur. Guru yang mengajar selain dari SDN 008 Sangatta Utara ada guru tilawatil dari luar juga. Dan anak murid juga diberikan target hafalan, seperti kelas 1 bisa hafal 4 surah. Jika kelas 6 jus amma itu sudah harus hafal.
“Jadwalnya empat kali dalam seminggu. Habis salat zuhur sepulang sekolah kemudian berakhir pukul 02.30 WITA,” bebernya.
Rusini yang telah 20 tahun mengajar ini mengaku senang atas penghargaan yang didapat. Menjadi penyemangatnya dalam berkarya. Menambah keinginannya membantu membuat sistem pengajaran yang baik dan menyenangkan bersama sesama profesi. Agar menjadi pengajar yang professional, tidak membosankan dan telandan bagi para murid.
“Guru kurang menguasai IT. Lewat Kelompok Kerja Guru (KKG) kita mengelar workshop dari membuat RPP, Program bulanan dan tahunan,” ujarnya.
Untuk diketahui dari hasil pembelajaran itu. Ada Siswa yang ikut tilawah pentas PAI tingkat nasional di Aceh yang diikuti 37 Provinsi dan SDN 008 Sanggata Utara meraih harapan III.
Sebagai informasi bahwa seleksi apresiasi menteri Agama RI dilakukan di Tanggerang Banten, Jakarta 22 November 2017 lalu. Peserta pengajar diminta mengirimkan berkas yang menjadi syarat melalui email. Juri yang terlibat terdiri dari pengawai Kementerian agama hingga mantan deputi. (hd)



